DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!

Selasa, 25 Oktober 2011

Polri: 8 Orang Tewas di Papua dalam Dua Pekan Terakhir

Selasa, 25 Oktober 2011
Polri: 8 Orang Tewas di Papua dalam Dua Pekan Terakhir
Ratusan orang diamankan pihak kepolisian karena mengikuti Kongres Rakyat Papua yang menyetujui pembentukan negara Papua Merdeka, Rabu (19/10/2011).


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Polri tengah mempertimbangkan pemberlakuan status keamanan Siaga I menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua dalam dua pekan terakhir.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, menyatakan delapan orang telah tewas, termasuk anggota TNI dan Polri dari empat kejadian pada dua pekan terakhir.
Terakhir, Kapolsek Mulia, AKP Dominggus Oktavianus Awes, tewas ditembak dari jarak dekat oleh kelompok separatis di depan warga, Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Senin (24/10/2011), siang ini.
"Jadi kalau kita jumlahkan, korban sudah delapan orang dalam dua minggu terakhir," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen (Pol) Anton Bachrul Alam, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/10/2011).
Keempat kejadian yang membuat keamanan di tanah Papua terus bergejolak, yakni seorang pekerja tewas dalam bentrok polisi dan ribuan pekerja PT Freeport Indonesia serta warga dari 7 suku di Timika pada 10 Oktober 2011, tiga orang tewas ditembak kelompok separatis di areal PT Freeport Indonesia, Jalan Tanggul Timur menuju Kali Kopi, Timika, pada14 Oktober 2011.
Sepekan kemudian atau 21 Oktober 2011, kelompok bersenjata kembali beraksi dengan menembak mati tiga warga di Km 39 dan Km 39 jalan menuju PT Freeport Indonesia, Timika, dan terakhir penembakan terhadap Kapolsek Mulia yang terjadi pada hari ini.
Belum diketahui motif penembakan terhadap Kapolsek Mulia. "Saya kira ini satu rangkaian dengan kegiatan selama ini di Papua. Apakah ini dendam atau sebagainya, kita lihat (selidiki) dulu. Kalau sudah tertangkap, baru kita tahu. Kita tunggu saja," ujar Anton.
Sementara, kepolisian menduga aksi penembakan kepada warga di sekitar PT Freeport dan Kapolsek Mulia dilakukan kelompok separatis bersenjata OPM.
Sejak kejadian bentrok pekerja PT Freeport, Mabes Polri telah mengirimkan sekitar 200 pasukan Brimob tambahan bersama anggota TNI untuk mengamankan dan memburu para pelaku. Para pelaku belum tertangkap, justru separatis terus beraksi dan menelan korban jiwa.
Atas kejadian terakhir, penembakan Kapolsek Mulia, selain menambah pasukan Brimob, Mabes Polri juga minta bantuan TNI dengan pengerahan pasukan yang memiliki keterampilan khusus, Kopassus.
Meski begitu, belum ada yang bisa menjamin tidak akan ada lagi korban berjatuhan dari serangan kelompok separatis tersebut.


0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...