DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!

Minggu, 30 Oktober 2011

LSI: Publik Sangat Kecewa Kiprah Politisi Muda

Minggu, 30 Oktober 2011

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir temuan survei dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2011, bahwa publik sangat kecewa dengan kiprah politisi muda.

Dari 1.200 responden yang dilakukan survei, hanya 24,8 persen responden yang menilai politisi muda berperilaku baik. "Hanya 24,8 persen responden yang percaya politisi muda yang berkiprah saat ini berperilaku baik," kata peneliti LSI, Adjie Alfaraby, dalam jumpa pers di kantor LSI, Jakarta, Minggu (30/10/2011).

Menurut Adjie, dalam sejarah Indonesia, publik mengharapkan politisi muda mereformasi kondisi politik para seniornya, sebagaimana saat reformasi 98. Namun, survei kali ini menunjukan politisi muda yang dianggap publik memproduksi kembali sistem politik yang korup.

"Jika tak cepat diatasi, dinyakini para politisi muda ini dapat membuat Indonesia bertambah korup," katanya.

Politisi muda yang dimaksud dalam penelitian ini adalah politisi yang berkiprah dengan usia di bawah 50 tahun. "Sangat sedikit sekali politisi dengan jabatan penting di Indonesia berusia di bawah 40 tahun, apalagi di bawah 30 tahun. Jika, kategori umur itu digunakan, riset ini akan kekurangan kasus politisi muda," katanya.

Survei LSI kali ini dilakukan pada September 2011, kepada 1.200 responden di 33 provinsi, dengan metode multistage random sampling dan margin of error lebih kurang 2,9 persen. Sayangnya, dalam survei LSI kali tidak dijelaskan rincian mengenai jumlah responden selain yang menilai politisi muda berperilaku baik.

"Sisanya, sebagian menilai buruk dan sebgian lagi tidak menjawab," imbuhnya.

Dalam surveinya, LSI juga melakukan riset kualitatif pada Oktober 2011. Beberapa metode riset yang digunakan adalah media analisis atas 5 koran nasional dan 7 koran provinsi terbesar.

Berdasarkan riset kualitatif, ada empat alasan yang membuat publik kecewa dengan kiprah politisi muda. Pertama, berita korupsi yang melanda politisi setahun terakhir ini, didominasi oleh politisi muda. Kedua, kinerja politisi muda di puncqk jabatan tak istimewa bahkan bermasalah.

Ketiga, kinerja politisi muda yang menjadi pimpinan puncak partai politik juga bermasalah. Keempat, besarnya harapan publik atas kiprah politisi muda. "Semakin besar harapan itu, semakin mudah publik kecewa," ujarnya.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...