DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!

Sabtu, 11 Februari 2012

Obat Insomnia Disalahgunakan untuk Kejahatan Agar Korban Tertidur

Sabtu, 11 Februari 2012

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Obat flunitrazepam digunakan untuk pengobatan seperti gangguan kecemasan dan insomnia. Tapi efek kuat dari obat ini yang membuat orang tertidur panjang hingga 2-8 jam kadang digunakan untuk kejahatan agar si korban tertidur.

Di banyak negara, obat flunitrazepam umumnya dikenal dengan sebutan date rape drug karena bisa melumpuhkan perempuan selama penyerangan seksual seperti pemerkosaan.

Apa yang terjadi ketika seseorang diberikan obat flunitrazepam?

Flunitrazepam memiliki efek fisiologis yang mirip dengan valium (diazepam), tapi 10 kali lipat lebih kuat. Ketika seseorang mengalami intoksifikasi umumnya dikaitkan dengan gangguan penilaian dan keterampilan motorik.

Obat ini tidak memiliki rasa dan bau serta larut dalam air yang membuatnya sulit dideteksi sehingga banyak orang tidak menyadarinya ketika ia dicampurkan ke dalam makanan atau minuman.Sekitar 10 menit setelah obat tersebut dikonsumsi, seseorang mungkin akan merasa pusing dan bingung, merasa udara di sekitarnya terlalu panas atau terlalu dingin serta mual, seperti dikutip dari About.com, Jumat (10/2/2012).

Secara perlahan ia juga akan mengalami kesulitan berbicara dan bergerak hingga akhirnya pingsan. Puncak dari efek ini terjadi dalam waktu 2 jam dan bisa bertahan hingga 8 jam. Umumnya orang yang konsumsi obat ini tidak bisa mengingat apa yang terjadi selama ia berada dalam pengaruh obat.

Jika obat ini dikombinasikan dengan alkohol, maka efeknya terhadap memori dan kemampuan menilai sesuatu akan lebih besar. Dilaporkan kombinasi ini bisa menyebabkan seseorang tidak sadar selama 8-12 jam setelah dikonsumsi.

Efek samping dari penggunaan obat ini termasuk penurunan tekanan darah, gangguan memori, mengantuk, gangguan penglihatan, pusing, merasa bingung, gangguan pencernaan dan gangguan pada retensi urine.

Jika seseorang pingsan dalam jangka waktu lama dan khawatir ada yang memasukkan obat ini ke dalam minuman, maka tes urine bisa dilakukan. Tapi dilakukan dalam waktu 72 jam sejak kejadian tersebut.

Untuk melindungi diri agar tidak menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual akibat obat ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:
  1. Berhati-hati jika menerima minuman dari orang yang tidak dikenal atau tidak bisa dipercaya
  2. Jika menerima minuman, pastikan wadahnya belum dibuka dan Anda membukanya sendiri
  3. Jangan meninggalkan minuman sembarangan tanpa pengawasan.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...