DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!

Sabtu, 04 Februari 2012

Aktor Senior Him Damsyik / Datuk Maringgih Meninggal Dunia

Sabtu, 04 Februari 2012


Hujan Iringi Pemakaman "Datuk Maringgih"
Jumat, 03 Pebruari 2012 14:50 WIB

Hujan mengiringi pemakaman jenazah Him Damsyik di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Iring-iringan jenazah tiba di TPU Karet Bivak pukul 14.00.

Sejumlah selebritas mengantar kepergian aktor gaek pemeran Datuk Maringgih dan penari profesional itu. Sejumlah artis yang tampak mengantar almarhum hingga pemakaman antara lain Hj Nani Wijaya dan Indro Warkop.

Menurut Nani Wijaya, Him Damsyik adalah sosok yang ceria dan penuh canda. ''Tetapi ketika tertawa tak pernah terbahak-bahak. Beliau orang yang sopan," ujar pemeran Emak dalam sitkom Bajaj Bajuri itu.

Ia berpesan untuk keluarga yang ditinggalkan agar banyak berdoa untuk almarhum, terutama anak-anaknya. ''Karena doa anak yang saleh diterima yang kuasa,'' ujarnya.

 
Putra Damsyik: Papi Minta, Jangan Terlibat Narkoba dan "Free Sex"

Putra mendiang aktor senior Haji Incik Muhammad (HIM) Damsyik (82), Benny Damsyik, memiliki firasat sebelum ayahnya, yang dijuluki Datuk Dansa, tutup usia di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012) pukul 00.57 WIB. Firasat itu dirasa oleh Benny melalui pesan yang disampaikan oleh Damsyik.

"Bapak pernah berpesan, Bapak pernah ngomong, 'Benny sini, ngapain sih kamu repot-repot banget ngurusin saya? Papi kan mau pulang, sudah pasrah lillahi ta'ala'," cerita Benny dalam wawancara di Jalan Kwini No 9 Blok A, Cinere, Jumat (3/2/2012). "Papi kira-kira tiga bulan sebelum pergi, cuma pesan, 'Jaga nama baik Papi sebagai artis, jangan sampai anak-cucu terlibat narkoba dan free sex, lalu tingkatkan iman dan takwa," lanjutnya.

Sebelum tutup usia, kondisi kesehatan pemeran Datuk Maringgih dalam film seri televisi Siti Nurbaya itu memang terus menurun. "Dari kejadian kira-kira empat hari yang lalu, bapak saya sakit. Saya langsung masukkan ke rumah sakit hari Senin. Setelah itu, Bapak stabil, sampai di sana, bahkan nonton TV. Besoknya mulai nyuruh-nyuruh ke sopir untuk bawa cream soup. Memang, selera makannya bagus dan merespons," terang Benny.
 

Dalam perawatan di rumah sakit tersebut, seperti diterangkan oleh dokter kepada Benny, Damsyik mengalami penurunan fungsi hati. "Kata dokter yang merawatnya, sebenarnya (Damsyik) enggak sakit, tapi memang sudah turun fungsi hati dan HB-nya (haemoglobin) turun, yang diakibatkan karena Papi jatuh sekitar dua bulan yang lalu. Jadi, kondisinya turun dan turun," ungkap Benny.

Inilah pesan terakhir HIM Damsyik

Jumat, 3 Februari 2012 15:39 WIB | 2169 Views

Tutup Usia Sejumlah kerabat dan keluarga berada disebelah jenazah aktor lawas Him Damsik di kediamanya, di Jl. Kwini, Cinere, Depok, (3/2). Him Damsik meninggal pada usia 82 tahun karena sakit di RS Puri Cinere.

Almarhum aktor kenamaan HIM Damsyik sempat meninggalkan pesan-pesan terakhir sebelum menutup usianya.

"Sebelum meninggal Papi (Damsyik) sempat berpesan, supaya seluruh keluarganya menjaga nama baik keluarga Damsyik serta menjadi muslim yang taat," ujar putra keempat Damsyik, Benny Damsyik.

Benny juga mengatakan ayahnya juga berpesan agar cucu-cucunya mau menjauhi obat terlarang, seks bebas, dan menjadi orang yang berbakti kepada nusa dan bangsa.

Meski pemakaman aktor lawas ini diiringi hujan, pelayat tetap setia menghadiri pemakaman aktor yang menyenangi dansa ini.

HIM Damsyik adalah aktor yang terkenal dengan perannya sebagai Datuk Maringgih dalam sinetron Siti Nurbaya.


Langit Jakarta, yang menurunkan gerimis, seakan ikut menangisi kepergian aktor senior Haji Incik Muhammad (HIM) Damsyik (82), yang tutup usia Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012) pukul 00.57 WIB.

Mobil jenazah dan iring-iringannya yang berangkat dari rumah duka di Jalan Kwini No 9 Blok A, Cinere, Depok, tiba di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, pukul 14.00 WIB. Gerimis langsung menyambutnya. Namun, pihak keluarga, kerabat, dan para pengantar yang lain tetap saja memadati pemakaman. Shalawat dan takbir serta adzan pun berkumandang sampai liang lahat ditimbun dengan tanah merah. 
 

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...