DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!
Tampilkan postingan dengan label Tip Menghadapi Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip Menghadapi Wawancara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

Tips Agar Anda Disukai Oleh Interviewer Dalam Hitungan Menit

Sabtu, 04 Februari 2012
 

Quote:
Dalam proses interview, penggunaan teknik Match & Mirror mempunyai dampak yang besar bagi keberhasilan seseorang agar bisa disukai kebanyakan orang. Hanya dalam hitungan menit, teknik ini akan membuat orang menyukai Anda, walaupun pada awalnya orang itu apriori terhadap Anda.

Dalam bukunya Get Anyone To Do Anything, David J. Lieberman Ph.D. menyatakan bahwa komunikasi menciptakan saling percaya, dan memungkinkan Anda untuk membangun jembatan psikologis terhadap seseorang.

0 comments

Sabtu, 29 Oktober 2011

Tips Menghadapi Psikotes Dan Contoh Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja

Sabtu, 29 Oktober 2011


Bagi anda yang dipanggil untuk menjalani psikotes, sebaiknya anda memperhatikan beberapa saran dan tips di bawah ini:

Sebelum Tes

Anda harus yakin terlebih dulu, bahwa posisi/pekerjaan yang akan dimasuki lewat psikotes itu benar-benar sesuai dengan kemampuan anda, dan sebaiknya juga sesuai dengan keinginan anda.
Persiapkan diri dengan istirahat yang cukup. Seringkali, seseorang sebenarnya mampu mengerjakan tes. Namun, ketegangan atau kondisi tubuh yang tidak prima, dapat membuat hasil tes menjadi jelek. Oleh karena itu, anda harus beristirahat satu atau dua hari sebelumnya agar kondisi fisik menjadi prima.
Pastikan anda sudah tahu tempat tes. Disarankan beberapa hari sebelum tes, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat tempatnya.
Baca kembali surat lamaran dan CV anda, karena ada beberapa tes yang menanyakan hal-hal yang terkait dengan surat lamaran dan CV anda. Jangan sampai jawabannya berbeda dengan CV anda.
Sebaiknya anda berlatih berbagai soal psikotes, sehingga anda menjadi benar-benar siap menghadapi psikotes dengan hasil maksimal.
Anda dapat menggunakan “latihan psikotes” dari berlatih berbagai soal psikotes.
Sebelum berangkat ke tempat tes, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan anda.
Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, dan jangan terlambat. Juga sebelum berangkat, jangan lupa untuk makan dan minum secukupnya agar kondisi fisik tetap prima.
Walaupun tidak diminta, jangan lupa untuk membawa peralatan tulis-menulis (pensil, penghapus, pena, dsb-nya) dan membawa jam (penunjuk waktu).
Pada Saat Tes

Umumnya, pada setiap lembar jawaban/soal psikotes, anda diminta mengisi isian nama, tanggal, dsb-nya. Begitu anda diperbolehkan untuk mulai mengisi, jangan lupa dan jangan menunda untuk mengisinya, serta isilah dengan lengkap dan rapi.
Dengarkan baik-baik setiap “ucapan/pengarahan” dari pengawas tes, dan ikuti semua arahan/petunjuknya. Demikian juga petunjuk yang ada di setiap soal tes, jangan lupa untuk membaca petunjuk tersebut terlebih dulu, barulah anda mengerjakan soal tes-nya. Jadi jangan langsung mengisi/menjawab soal yang ada, tanpa membaca/mengetahui cara/petunjuk pengisiannya.
Jangan enggan untuk bertanya ke pengawas tes. Bila ada sedikit saja yang anda tidak mengerti mengenai soal tersebut, maka langsung tanyakan ke pengawas tes yang ada. Dan jangan pernah bertanya ke peserta di kanan-kiri anda, tetapi bertanyalah ke pengawas tes yang ada.
Jangan melihat jawaban orang lain, karena akan membuat hasil anda bertentangan dengan kondisi pribadi yang sesungguhnya. Isilah apa adanya. Untuk jenis-jenis soal tertentu, jawablah yang mudah terlebih dulu.
Contoh-contoh

Pertanyaan Umum dalam Wawancara

Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan umum yang dapat menggali 12 aspek seperti berikut ini:

1. Motivasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek motivasi antara lain :
Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini ?
Apa yang membuat anda menjadi tertarik dengan perusahaan ini ?
Tanggung jawab apa yang anda anggap penting dalam pekerjaan ?
Tantangan apa yang anda cari dalam pekerjaan ?
Sebutkan dua hal yang memotivasi anda dalam bekerja.
Apa yang dapat memotivasi anda dalam kehidupan pribadi anda ?
Apa yang dapat memotivasi anda dalam menyelesaikan tugas yang sulit ?
Apa yang dapat memotivasi anda agar menjadi sukses dalam pekerjaan ?
Apa alasan anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
Apa yang membuat anda keluar dari perusahaan sebelumnya ?
Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai ?
Mengapa anda ingin mengubah karir ? (bila yang bersangkutan berpindah profesi/karir)
Apa arti bekerja bagi anda ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

2. Ketahanan Terhadap Tekanan (Stres)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek ketahanan terhadap tekanan/stres antara lain :
Apakah anda dapat bekerja di bawah tekanan ?
Pernahkan anda bekerja di bawah tekanan ? Ceritakan bagaimana anda menyikapinya?
Dalam lingkungan kerja seperti apa anda merasa nyaman ? (Terstruktur atau tidak ?)
Seandainya ada konsumen yang marah karena hal yang bukan dilakukan anda, bagaimana anda menyikapinya ?
Bagaimana anda menyikapi kritik yang diberikan kepada anda ?
Seandainya anda mendapatkan pekerjaan yang tidak anda harapkan, apa yang akan anda lakukan ?
Apa yang anda anggap sebagai hal yang berat untuk dilakukan dalam pekerjaan ?
Seandainya anda dihadapkan dengan dua tugas yang harus diselesaikan pada saat yang bersamaan, apa yang akan anda lakukan ?
Masalah terbesar apa yang pernah anda hadapi ? Bagaimana anda mengatasinya ?

Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

3. Inisiatif

Pertanyaan yang dapat menggali aspek inisiatif antara lain :
Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ? Dan darimana serta bagaimana anda mengetahuinya ?
Kriteria apa yang anda gunakan untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat kerja anda ?
Ceritakan mengenai pendidikan dan pelatihan yang pernah anda ikuti.
Bagaimana anda mendapatkan pekerjaan selama ini ? (Apakah melalui iklan, referensi, dsb) - untuk yang sudah pernah bekerja.
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

4. Sikap kerja

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sikap kerja antara lain :
Seandainya anda ditempatkan di cabang perusahaan yang jauh dari lokasi anda, bagaimana anda menyikapinya ?
Seandainya ada pengalihan tanggung jawab pada pekerjaan yang anda pegang, bagaimana anda menyikapinya ?
Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda. (untuk yang sudah bekerja)
Apa tanggung jawab anda pada posisi tersebut ? (untuk yang sudah bekerja)
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

5. Kepercayaan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepercayaan diri antara lain :
Menurut anda, apa definisi/arti kesuksesan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
Menurut anda, apa definisi/arti kegagalan ? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anda ?
Jelaskan ukuran/standar kesuksesan bagi anda.
Pekerjaan apa yang telah anda selesaikan dengan sukses ?
Apa peran anda dalam kesuksesan tersebut ?
Bagaimana anda memandang diri sendiri saat ini ? Apakah sudah sukses ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

6. Kemampuan Berpikir Analitis

Termasuk di dalam kemampuan berpikir analitis adalah “Kemampuan Memecahkan Masalah” (problem solving) dan “Kemampuan Membuat Keputusan” (decision making).
Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan berpikir analitis antara lain :
Masalah tersulit apa yang pernah anda alami ? Apa yang anda lakukan ? Bagaimana penyelesaiannya ?
Hambatan atau kendala apa yang ditemukan selama kuliah atau belajar ? Bagaimana cara mengatasinya ?
Ceritakan mengenai persoalan yang pernah anda pecahkan.
Ceritakan situasi dimana anda pernah memiliki masalah dengan pengambilan keputusan.
Ceritakan dimana anda harus membuat suatu keputusan.
Ceritakan bagaimana anda pernah memecahkan masalah yang sulit.
Ceritakan mengenai permasalahan yang paling sering anda hadapi dalam pekerjaan.
Apakah anda pernah menyelesaikan suatu permasalahan bersama-sama rekan ? Apa peran anda dalam menyelesaikan masalah tersebut ?
Apakah anda pernah diminta untuk menyelesaikan beberapa tugas dalam suatu waktu ? Apa yang anda lakukan ?
Bagaimana anda menyelesaikan suatu permasalahan yang muncul tiba-tiba ?
Bagaimana anda mengidentifikasikan kedatangan suatu masalah ?
Bagaimana anda membuat suatu keputusan penting ?
Bagaimana anda memecahkan masalah ?
Dalam situasi atau kondisi seperti apa, anda memiliki kemungkinan paling besar untuk berbuat kesalahan ?
Keputusan apa yang terasa sulit bagi anda ? Berikan Contohnya !
Menurut anda, faktor apa yang paling menentukan suksesnya seseorang ?
Apa yang anda lakukan saat dihadapkan dengan pengambilan keputusan yang penting ?
Apa yang anda lakukan saat kesulitan atau tidak dapat memecahkan persoalan yang anda hadapi ?
Keputusan tersulit apa yang telah anda buat selama tiga tahun terakhir ?
Kapan anda memutuskan untuk berhenti berusaha memecahkan suatu persoalan yang sulit ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

7. Kemampuan Pencapaian Keberhasilan (Achievement)

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemampuan pencapaian keberhasilan antara lain :
Apakah anda senang mengerjakan pekerjaan/proyek yang sulit ?
Apakah anda mempunyai prestasi yang dibanggakan ? Ceritakan !
Apakah anda memiliki inisiatif ? Bagaimana anda menunjukkan hal tersebut ? Ceritakan satu contoh inisiatif yang telah anda ambil.
Apakah anda pernah menyelesaikan persoalan yang sulit ? Atau yang sebelumnya anda pikir tidak dapat anda selesaikan ?
Bagaimana anda menunjukkan keinginan (willingness) untuk bekerja ?
Sebutkan prestasi yang pernah anda capai dalam pekerjaan atau masa kuliah/sekolah !
Sebutkan lima pencapaian terbesar dalam hidup anda !
Apa kegagalan terbesar yang pernah anda alami ? Kekecewaan apa yang anda alami ?
Bagaimana anda mengatasi perasaan tersebut ? Dan mengatasi kegagalan tersebut ?
Hal atau lingkungan seperti apa yang paling mendorong anda dalam bekerja ?
Menurut anda, apa tantangan terbesar dalam pekerjaan ?
Sebutkan bagian dari pekerjaan yang paling menantang dan yang paling tidak menantang.
Apakah anda termasuk orang yang berani dalam mengambil risiko ?
Berdasarkan pengalaman anda, ceritakan secara rinci dalam hal apa anda mengambil risiko untuk menyelesaikan suatu tugas ?
Mengapa anda mengambil risiko tersebut ?
Risiko apa yang anda hadapi saat mengajukan suatu usulan ?
Prestasi apa yang pernah anda dapatkan di sekolah yang tidak dapat anda lupakan ?
Prestasi apa yang pernah anda capai dalam bekerja yang mendapatkan penghargaan dari pimpinan atau perusahaan ? (baik penghargaan lisan ataupun penghargaan tertulis atau materi).
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

8. Aspirasi Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek aspirasi diri antara lain :
Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda senangi ? Mata kuliah (mata pelajaran) apa yang paling anda tidak senangi ? Kenapa ?
Apa cita-cita anda ketika lulus sekolah ? Ketika lulus kuliah ?
Apakah anda berniat melanjutkan sekolah ? Berniat melanjutkan kuliah ?
Menurut anda, apakah nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda ?
Kenapa kami harus memilih anda ?
Bisakah anda menyebutkan lima kelebihan dan lima kekurangan anda ?
Bagaimana pendapat anda mengenai perusahaan ini ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

9. Kelemahan Diri

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kelemahan diri antara lain :
Apakah anda telah mencapai semua target yang telah anda tetapkan Bila tidak, mengapa ?
Bagaimana anda mengatasi kegagalan dalam pencapaian target tersebut ?
Kelemahan apa yang muncul saat anda dihadapkan pada tugas yang sulit ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

10. Sosialisasi

Pertanyaan yang dapat menggali aspek sosialisasi antara lain :
Ceritakan kegiatan anda di waktu senggang.
Kegiatan apa yang anda ikuti di lingkungan anda ?
Seandainya anda menjadi anggota suatu organisasi, maka kegiatan apa dan peran apa yang akan anda lakukan dalam organisasi tersebut ?
Selain belajar, kegiatan apa saja yang anda ikuti saat masih kuliah atau sekolah ? Posisi apa yang anda pegang ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

11. Kemandirian

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kemandirian antara lain :
Ceritakan keputusan-keputusan penting dalam hidup anda, yang anda anggap sebagai keputusan anda sendiri. Juga ceritakan keputusan penting yang anda anggap bukan keputusan anda sendiri.
Mengapa anda memilih jurusan …. ?
Dalam pengambilan suatu keputusan, siapa yang berpengaruh dalam diri anda ?
Dalam hal-hal apa saja orang-orang tersebut anda sertakan ?
Sumber : gilland-ganesha.com, buku “Sukses Mendapatkan Pekerjaan” - Anna T. Yuniarti, S.Psi.

12. Kepemimpinan

Pertanyaan yang dapat menggali aspek kepemimpinan antara lain :
Sebutkan kepribadian yang anda miliki yang mencerminkan kemampuan memimpin.
Menurut anda, kualitas apa yang dibutuhkan seorang pemimpin ?
Apa yang paling menjadi tantangan bagi seorang pemimpin ?
Bagaimana cara anda mendelegasikan suatu tanggung jawab ?
Apakah anda membutuhka pengawas dalam bekerja ?
Bagaimana cara anda membuat suatu rencana kerja ?
Bagaimana cara anda memberikan teguran atau mendisiplinkan bawahan anda ?
Seandainya ada bawahan anda yang melanggar aturan perusahaan, bagaimana anda menghadapinya ?
Atasan seperti apa yang anda harapkan ?
Seandainya anda kelebihan beban kerja, apa yang akan anda lakukan ?
Bagaimana cara anda untuk memotivasi sesorang ?
Atasan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
Bawahan seperti apa yang menurut anda sulit untuk diajak kerja sama ?
Atasan seperti apa yang menurut anda tidak adil ?
Contoh-contohPertanyaan Khusus dalam Wawancara

Bidang Perbankan, Informatika, Teknik Sipil, Elektronika, dsb.

Di bawah ini diberikan daftar pertanyaan khusus berbagai bidang pekerjaan, yaitu untuk bidang perbankan, informatika, teknik sipil, elektronika, hubungan masyarakat, dsb-nya.
Sebelum anda berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada baiknya anda terlebih dulu berlatih untuk menjawab “pertanyaan umum” (silakan klik) pada situs ini bersama rekan anda.

1. Contoh Pertanyaan Khusus

Kelompok Bidang Perbankan
Ceritakan, apa yang dimaksud dengan bank ?
Sebutkan dan jelaskan produk-produk perbankan yang anda ketahui ?
Jelaskan perbedaan deposito dengan tabungan ?

Bidang Marketing

Apakah yang anda ketahui tentang marketing secara umum ? Dan marketing khusus untuk perbankan ?
Seandainya anda menjadi seorang petugas marketing, bagaimana cara anda mencari nasabah ?
Syarat-syarat apa saja yang ditetapkan oleh bank untuk mendapatkan pinjaman ?
Untuk memperkecil resiko kredit, maka permohonan kredit harus dinilai oleh bank. Jelaskan yang dimaksud dengan 5 C ?
Jelaskan apa yang dimaksud dengan f.e.o., dan gadai ?

Bidang Costumer Sevice (CS)

Sebutkan dan jelaskan tugas-tugas CS (Costumer Sevice) secara umum. Dan tugas-tugas CS di perbankan ?
Bagaimana menurut anda sikap Costumer Sevice yang baik ?
Bagaimana sikap anda jika menghadapi nasabah yang banyak menuntut ?
Bagaimana sikap anda bila ada nasabah yang ingin menutup rekeningnya, padahal nasabah tersebut merupakan prime customer ?
Hal-hal apa saja menurut anda yang perlu dirahasiakan terhadap sesama karyawan maupun pihak lain ?
Sebutkan syarat-syarat untuk pembukaan rekening perorangan. Kemudian sebutkan untuk rekening perusahaan ?
Bagaimana sikap anda saat atasan menegur anda ?
 
Bidang Teller

Sebutkan dan jelaskan tugas-tugas Teller.
Bagaimana menurut anda sikap Teller yang baik ?
Jelaskan perbedaan cek dengan BG ?
Jelaskan ciri-ciri uang palsu ?
Back Office Processing (BOP)

Sebutkan dan jelaskan perbedaan bank umum dengan bank perkreditan rakyat.
Jelaskan mengenai kliring ?
Jelaskan perbedaan cek dengan BG ?
Hal-hal apa saja menurut anda yang perlu dirahasiakan terhadap sesama karyawan maupun pihak lain ?

Pimpinan/Kepala CS atau Teller atau BOP

Seandainya anda menjadi pimpinan, ceritakan hal-hal apa saja yang anda lakukan bila ada karyawan baru yang menjadi bawahan anda ?
Seandainya anda menjadi pimpinan, jelaskan apa yang akan anda lakukan jika bawahan anda malas dan tidak efisien ?
Seandainya anda menjadi pimpinan, ceritakan tindakan-tindakan apa yang anda lakukan dalam membimbing, mengarahkan, dan memotivasi bawahan anda ?
Seandainya anda menjadi pimpinan, bagaimana sikap anda bila ada bawahan yang sering terlambat ?



0 comments

Sabtu, 22 Oktober 2011

Pertanyaan Pada Interview Kerja

Sabtu, 22 Oktober 2011
Masih dalam rangka menambah wawasan dalam persiapan mencari kerja, lebih khusus persiapan interview kerja. kali ini ada pertanyaan yang paling sering ditanyakan pada saat interview kerja. Silakan disimak, semoga bermanfaat.
  1. Ceritakan tentang diri Anda sendiri: Pertanyaan yang paling sering diajukan dalam wawancara. Anda perlu memiliki sebuah pernyataan pendek yang disiapkan dalam pikiran Anda. Berhati-hatilah bahwa tidak terdengar berlatih. Batas itu untuk bekerja-item terkait kecuali diinstruksikan sebaliknya. Bicara tentang hal yang telah dilakukan dan pekerjaan Anda telah diadakan yang berhubungan dengan posisi yang Anda wawancara untuk. Mulailah dengan item terjauh kembali dan bekerja sampai sekarang.
  2. Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan terakhir Anda? Tetap positif terlepas dari keadaan. Tidak pernah mengacu pada masalah besar dengan manajemen dan tidak pernah berbicara buruk tentang supervisor, rekan kerja atau organisasi. Jika Anda melakukannya, Anda akan menjadi salah satu terlihat buruk. Tetap tersenyum dan berbicara tentang pergi untuk alasan yang positif seperti peluang, kesempatan untuk melakukan sesuatu yang istimewa atau alasan memandang ke depan.
  3. Apa pengalaman yang Anda miliki di bidang ini? Berbicara tentang spesifik yang berhubungan dengan posisi yang Anda lamar. Jika Anda tidak memiliki pengalaman khusus, mendapatkan sedekat mungkin.
  4. Apakah Anda menganggap diri Anda sukses? Anda harus selalu menjawab ya dan secara singkat menjelaskan mengapa. Sebuah penjelasan yang baik adalah bahwa Anda harus menetapkan tujuan, dan Anda telah bertemu beberapa dan berada di jalur untuk mencapai yang lain.
  5. Apa yang rekan kerja katakan tentang Anda? Bersiaplah dengan kutipan atau dua dari rekan kerja. Entah pernyataan tertentu atau parafrase akan bekerja. Jill Clark, seorang rekan kerja di Perusahaan Smith, selalu mengatakan saya adalah pekerja yang paling sulit yang pernah dikenalnya. Ini adalah sebagai kuat sebagai Jill setelah mengatakan itu di wawancara sendiri.
  6. Apa yang Anda tahu tentang organisasi ini? Pertanyaan ini adalah salah satu alasan untuk melakukan beberapa penelitian tentang organisasi sebelum wawancara. Cari tahu di mana mereka telah dan ke mana mereka pergi. Apa isu-isu saat ini dan yang merupakan pemain utama?
  7. Apa yang telah Anda lakukan untuk meningkatkan pengetahuan Anda dalam setahun terakhir? Cobalah untuk mencakup kegiatan-kegiatan perbaikan yang berhubungan dengan pekerjaan. Berbagai macam kegiatan dapat disebutkan sebagai positif perbaikan diri. Memiliki beberapa yang baik berguna untuk menyebutkan.
  8. Apakah Anda melamar pekerjaan lain? Bersikaplah jujur ​​tetapi jangan menghabiskan banyak waktu di daerah ini. Tetap fokus pada pekerjaan ini dan apa yang dapat Anda lakukan untuk organisasi ini. Hal lain adalah pengalih perhatian.
  9. Mengapa Anda ingin bekerja untuk organisasi ini? Ini mungkin memerlukan beberapa pemikiran dan tentu, harus didasarkan pada penelitian yang telah Anda lakukan pada organisasi. Ketulusan adalah sangat penting di sini dan akan mudah dirasakan. Menghubungkannya dengan jangka panjang tujuan karir Anda.
  10. Apakah Anda tahu siapa yang bekerja untuk kita? Jadilah menyadari kebijakan keluarga yang bekerja bagi organisasi. Hal ini dapat mempengaruhi jawaban Anda meskipun mereka bertanya tentang teman-teman tidak kerabat. Hati-hati untuk menyebutkan seorang teman hanya jika mereka baik pemikiran.
  11. Apa jenis gaji yang Anda butuhkan? Sebuah pertanyaan dimuat. Sebuah permainan kecil yang jahat bahwa Anda mungkin akan kehilangan jika Anda jawaban pertama. Jadi, jangan menjawabnya. Sebaliknya, katakan sesuatu seperti, Itu pertanyaan yang sulit. Dapatkah Anda memberitahu saya kisaran untuk posisi ini? Dalam kebanyakan kasus, pewawancara, lengah, akan memberitahu Anda. Jika tidak, mengatakan bahwa hal itu dapat bergantung pada rincian pekerjaan. Kemudian memberikan berbagai.
  12. Apakah Anda seorang pemain tim? Anda, tentu saja, pemain tim. Pastikan untuk memiliki contoh siap. Spesifik yang menunjukkan Anda sering melakukan untuk kebaikan tim daripada untuk diri sendiri adalah bukti yang baik dari sikap tim Anda. Jangan membual, hanya mengatakan itu dengan nada biasa-fakta. Ini adalah titik kunci.
  13. Berapa lama Anda berharap untuk bekerja untuk kami jika dipekerjakan? Spesifik di sini tidak baik. Sesuatu seperti ini harus bekerja: Saya ingin itu menjadi waktu yang lama. Atau Selama kita berdua merasa aku melakukan pekerjaan yang baik.
  14. Apakah Anda pernah memecat siapa pun? Bagaimana perasaan Anda tentang itu? Ini serius. Jangan membuat cahaya itu atau dengan cara apapun tampaknya seperti Anda ingin memecat orang. Pada saat yang sama, Anda akan melakukannya ketika itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ketika datang ke organisasi versus individu yang telah menciptakan situasi berbahaya, Anda akan melindungi organisasi. Ingat pembakaran tidak sama dengan PHK atau pengurangan yang berlaku.
  15. Apa filosofi Anda terhadap pekerjaan? Pewawancara tidak mencari disertasi panjang atau bunga-bunga di sini. Apakah Anda memiliki perasaan yang kuat bahwa pekerjaan akan dilakukan? Ya. Itulah jenis jawaban yang bekerja terbaik di sini. Pendek dan positif, menunjukkan manfaat bagi organisasi.
  16. Jika Anda punya cukup uang untuk pensiun sekarang, akan Anda? Jawaban ya jika Anda akan. Tapi karena Anda perlu untuk bekerja, ini adalah jenis pekerjaan yang Anda inginkan. Jangan katakan ya jika Anda tidak bersungguh-sungguh.
  17. Pernahkah Anda diminta untuk meninggalkan posisi? Jika Anda belum, mengatakan tidak. Jika Anda memiliki, jujur, singkat dan menghindari mengatakan hal-hal negatif tentang orang-orang atau organisasi yang terlibat.
  18. Jelaskan bagaimana Anda akan menjadi aset untuk organisasi Anda harus cemas untuk pertanyaan ini. Ini memberi Anda kesempatan untuk menyoroti poin Anda terbaik karena mereka berhubungan dengan posisi yang sedang dibahas. Berikan muka sedikit pemikiran untuk hubungan ini.
  19. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda? Tunjukkan bagaimana aset Anda memenuhi apa kebutuhan organisasi. Jangan menyebutkan calon lain untuk membuat perbandingan.
  20. Beritahu saya tentang saran Anda telah membuat Memiliki satu baik siap. Pastikan dan menggunakan saran yang diterima dan kemudian dianggap berhasil. Salah satu yang terkait dengan jenis pekerjaan diterapkan untuk merupakan nilai tambah nyata.
  21. Apa yang mengganggu Anda tentang rekan kerja? Ini adalah pertanyaan jebakan. Pikirkan sangat keras tetapi gagal untuk datang dengan sesuatu yang mengganggu Anda. Sebuah pernyataan singkat bahwa Anda tampak akrab dengan orang yang besar.Apa kekuatan terbesar Anda? Banyak jawaban yang baik, hanya tetap positif. Seorang yang baik beberapa contoh: Kemampuan Anda 
  22. untuk memprioritaskan, Anda kemampuan memecahkan masalah, Anda kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan, kemampuan Anda untuk fokus pada proyek-proyek, keahlian profesional Anda, keterampilan kepemimpinan Anda, sikap positif Anda
  23. Ceritakan tentang pekerjaan impian Anda. Tinggal jauh dari pekerjaan tertentu. Anda tidak bisa menang. Jika Anda mengatakan pekerjaan Anda bersaing untuk itu, Anda regangan kredibilitas. Jika Anda mengatakan pekerjaan lain itu, kau menanam kecurigaan bahwa Anda akan puas dengan posisi ini jika dipekerjakan. Yang terbaik adalah tetap genetik dan mengatakan sesuatu seperti: Pekerjaan di mana saya mencintai pekerjaan, seperti orang-orang, dapat berkontribusi dan tidak bisa menunggu untuk pergi bekerja.
  24. Mengapa Anda pikir Anda akan melakukannya dengan baik di pekerjaan ini? Berikan beberapa alasan dan termasuk keterampilan, pengalaman dan minat.
  25. Apa yang Anda cari dalam pekerjaan? Lihat jawaban # 23
  26. Orang macam apa yang akan Anda menolak untuk bekerja dengan? Jangan sepele. Ini akan mengambil ketidaksetiaan dengan kekerasan, organisasi atau pelanggaran hukum untuk mendapatkan Anda ke objek. Keberatan kecil akan label Anda sebagai cengeng.
  27. Apa yang lebih penting untuk Anda: uang atau pekerjaan? Uang selalu penting, tapi pekerjaan adalah yang paling penting. Tidak ada jawaban yang lebih baik.
  28. Apa yang akan Anda katakan supervisor titik terkuat adalah? Ada banyak kemungkinan yang baik: Loyalitas, Energi, sikap positif, Kepemimpinan, pemain tim, Keahlian, Inisiatif, Kesabaran, Kerja keras, Kreativitas, Masalah pemecah.
  29. Beritahu saya tentang masalah Anda memiliki dengan perangkap pengawas Terbesar dari semua. Ini adalah tes untuk melihat apakah Anda akan berbicara buruk tentang bos Anda. Jika Anda jatuh untuk itu dan menceritakan tentang masalah dengan mantan bos, Anda mungkin jauh di bawah wawancara di sana. Tetap positif dan mengembangkan memori yang buruk tentang segala masalah dengan supervisor.
  30. Apa yang kecewa Anda tentang pekerjaan? Jangan sepele atau negatif. Wilayah yang aman sedikit tetapi bisa termasuk: Tidak cukup tantangan. Anda telah diberhentikan pada Perusahaan pengurangan tidak memenangkan kontrak, yang akan memberi Anda lebih banyak tanggung jawab.
  31. Ceritakan tentang kemampuan Anda untuk bekerja di bawah tekanan. Anda mungkin mengatakan bahwa Anda berkembang di bawah jenis tertentu tekanan. Berikan contoh yang berhubungan dengan jenis posisi diterapkan untuk.Apakah keterampilan Anda pertandingan ini pekerjaan atau pekerjaan lain lebih dekat? Mungkin yang satu ini. Jangan memberikan bahan bakar untuk kecurigaan bahwa Anda mungkin ingin pekerjaan lain lebih dari ini.
  32. Apa yang memotivasi Anda untuk melakukan yang terbaik pada pekerjaan? Ini adalah sifat pribadi yang hanya Anda dapat mengatakan, tetapi contoh yang baik adalah: Tantangan, Prestasi, Pengakuan
  33. Apakah Anda bersedia bekerja lembur? Malam? Akhir pekan? Ini adalah terserah Anda. Benar-benar jujur.
  34. Bagaimana Anda tahu Anda berhasil dalam pekerjaan ini? Beberapa cara adalah tindakan yang baik: Anda menetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dan menemui mereka. Hasil Anda adalah bos success.Your memberitahu Anda bahwa Anda berhasil
  35. Apakah Anda bersedia untuk pindah jika diperlukan? Anda harus jelas mengenai hal ini dengan keluarga Anda sebelum wawancara jika Anda berpikir ada kesempatan mungkin datang. Jangan katakan ya hanya untuk mendapatkan pekerjaan jika jawaban sebenarnya adalah tidak. Hal ini dapat menciptakan banyak masalah di kemudian hari dalam karir Anda. Bersikaplah jujur ​​pada saat ini dan menyelamatkan diri kesedihan masa depan.
  36. Apakah Anda bersedia untuk menempatkan kepentingan organisasi di depan ofyour sendiri? Ini adalah kesetiaan lurus dan pertanyaan dedikasi. Jangan khawatir tentang implikasi etis dan filosofis yang mendalam. Katakan saja ya.
  37. Jelaskan gaya manajemen Anda. Cobalah untuk menghindari label. Beberapa label yang lebih umum, seperti progresif, salesman atau konsensus, dapat memiliki beberapa arti atau deskripsi tergantung pada ahli manajemen Anda mendengarkan. Gaya situasional aman, karena mengatakan Anda akan mengelola sesuai dengan situasi, bukan satu ukuran cocok untuk semua.
  38. Apa yang telah Anda pelajari dari kesalahan dalam pekerjaan? Di sini Anda harus datang dengan sesuatu atau Anda regangan kredibilitas. Buatlah kecil, kesalahan berniat baik dengan pelajaran positif yang dipelajari. Sebuah contoh akan bekerja terlalu jauh di depan rekan-rekan pada sebuah proyek dan koordinasi sehingga melemparkan off.
  39. Apakah Anda memiliki bintik-bintik buta? Trik pertanyaan. Jika Anda tahu tentang bintik buta, mereka tidak lagi bintik-bintik buta. Jangan mengungkapkan wilayah pribadi yang menjadi perhatian di sini. Biarkan mereka melakukan penemuan mereka sendiri pada poin buruk Anda. Jangan tangan kepada mereka.
  40. Jika Anda menyewa orang untuk pekerjaan ini, apa yang akan Anda cari? Hati-hati untuk menyebutkan ciri-ciri yang diperlukan dan yang Anda miliki.
  41. Apakah Anda berpikir Anda overqualified untuk posisi ini? Terlepas dari kualifikasi Anda, menyatakan bahwa Anda sangat baik memenuhi syarat untuk posisi itu.
  42. Bagaimana Anda mengusulkan untuk mengkompensasi kurangnya pengalaman? Pertama, jika Anda memiliki pengalaman bahwa pewawancara tidak tahu tentang, membawa bahwa sampai: Lalu, arahkan keluar (jika benar) bahwa Anda adalah seorang pembelajar bekerja keras cepat.
  43. Kualitas apa yang Anda cari dalam bos? Jadilah generik dan positif. Kualitas Aman memiliki pengetahuan, rasa humor, adil, setia kepada bawahan dan pemegang standar yang tinggi. Semua bos berpikir bahwa mereka memiliki sifat-sifat ini.
  44. Ceritakan tentang saat Anda membantu menyelesaikan sengketa betweenothers. Pilih insiden tertentu. Berkonsentrasi pada teknik pemecahan masalah Anda dan bukan sengketa diselesaikan Anda.
  45. Apa posisi yang Anda inginkan pada tim bekerja pada sebuah proyek? Bersikaplah jujur. Jika Anda merasa nyaman dalam peran yang berbeda, saat itu keluar.
  46. Jelaskan etos kerja Anda. Tekankan manfaat bagi organisasi. Hal-hal seperti, tekad untuk mendapatkan pekerjaan yang dilakukan dan bekerja keras tetapi menikmati pekerjaan Anda baik.
  47. yang telah terbesar kekecewaan profesional Anda? Pastikan bahwa Anda mengacu pada sesuatu yang di luar kendali Anda. Tampilkan penerimaan dan tidak ada perasaan negatif.
  48. Beritahu saya tentang paling menyenangkan Anda telah memiliki pada pekerjaan. Bicara tentang bersenang-senang dengan melakukan sesuatu untuk organisasi.
  49. Apakah Anda memiliki pertanyaan untuk saya? Selalu memiliki beberapa pertanyaan yang disiapkan. Pertanyaan disiapkan di mana Anda akan menjadi aset bagi organisasi yang baik. Bagaimana akan segera saya dapat menjadi produktif? dan Apa jenis proyek yang akan saya dapat membantu pada? adalah contoh.
(Disarikan dari buku The Job Search Dipercepat oleh Wayne D. Ford, Ph.D, diterbitkan oleh The Advantage Manajemen, Inc)


0 comments

Senin, 17 Oktober 2011

Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

Senin, 17 Oktober 2011
                                                                                                                                        Wawancara Kerja

Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:

1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.
3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

0 comments

Tips Menghadapi Psikotes Beserta Contoh Soalnya.

  




   Setiap perusahaan selalu menginginkan untuk memperoleh calon-calon tenaga kerja yang handal, kompeten dan berkualitas. untuk itu setiap perusahaan pasti akan selalu mengadakan seleksi calon karyawan. kegiatan seleksi sendiri mencakup banyak hal dari mulai tes kesehatan,tes wawancara, seleksi administratif, sampai dengan melihat referensi calon pegawai.
  Salah satu kegiatan dalam proses seleksi pekerjaan adalah Psikotes. Kenyataannya Psikotes ini adalah merupakan hal yang menakutkan  bagi banyak calon karyawan. psikotes dianggap sebagai makluk yang mengancam, yang menentukan kesuksesan dan kegagalan calon karyawan, bahkan telah dianggap sebagai penentu masa depan calon karyawan.betapa menakutkan keadaan ini, sampai-sampai psikoteslah yang menentukan nasip hidup dan matinya, gagal dan suksesnya masa depan calon karyawan.untuk itulah setiap calon karyawan perlu memahami apa itu psikotes atau tes psikologi.

Ada beberapa prinsip yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi psikotest ini. Pertama-tama tentu kita harus tahu jenis-jenis psikotest itu.

1. Tes IQ: biasanya contoh soal-soal ini dapat mudah didapatkan di toko buku. Tes kecerdasan ini melibatkan serangkaian soal matematika dalam istilah tesnya tes verbal dan non verbal. Angka dan bahasa merupakan bagian dari tes ini. Jika Anda senang dengan teka teki silang dan hitungan secara cepat maka Anda beruntung bisa lulus. Namun tes IQ memang dibuat standar agar bisa dilakukan setiap orang.

2. Tes Kepribadian. Di dalam tes ini Anda akan dihadapkan kepada serangkaian pertanyaan mengenai berbagai dilema dalam pekerjaan, seperti bagaimana menghadapi konflik, bagaimana bekerja sama dan bagaimana solusi jika menghadapi suatu dilema. Dari sini dapat dikaji, seberapa jauh kemampuan Anda bekerja dalam tim dan apakah Anda termasuk orang yang “hangat” dalam pergaulan dan tidak “kaku”.

3. Tes Kemampuan. Anda akan diuji serangkaian tugas di bawah tekanan tinggi, apakah Anda masih bisa melakukannya. Biasanya tes kemampuan ini mengkondisikan Anda dalam suasana penuh tekanan tetapi harus menyelesaikan soal dengan cepat. Bisa bentuknya angka atau permainana kata-kata. Bisa pula berupa grafik dan bentuk-bentuk tiga dimensi.

4. Tes Kreatifitas. Biasanya Anda akan diminta menulis atau menggambarkan sesuatu. Pada salah satu tes Anda diminta melanjutkan gambar dari enam kotak yang sudah ada. Lanjutkan dengan ilustrasi yang baik semaksimal mungkin. Satu lagi tes final biasanya Anda diminta menggambar. Saya sarankan gambarlah orang yang sedang aktif bertindak, misalnya sedang lari sehingga terlihat aktif. Kata psikolog, orang yang seperti itu termasuk dinamis dan kreatif. Itu pendapat psikolog.

Untuk lebih jelas silahkan para pembaca yang budiman lansung download contoh soal-soal psikotes dibawah ini:

  1. Panduan Psikotest dan Test Gambar
  2. Tes Kepribadian Dan IQ
  3. Test Aritmetik
  4. Test Logika
  5. Test Antonim Lawan Kata
  6. Test Menggambar 




0 comments

Minggu, 02 Oktober 2011

8 Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

Minggu, 02 Oktober 2011
Dalam proses perekrutan pegawai tiap perusahaan membutuhkan beberapa tahapan untuk melakukan seleksi bagi pelamar pekerjaan yaitu pada umumnya tahapan test tertulis, interview, test kesehatan (kalau ada). Tidak sedikit pula banyak dari calon karyawan yang telah lulus dalam test tertulis akan tetapi gagal dalam tahap interview atau wawancara. Mungkin ada baiknya membaca artikel ini yang diharapkan bisa membantu para calon karyawan dalam menyiasati pertanyaan dari pewawancara. Berikut beberapa daftar pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam sebuah proses wawancara:



1. Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?
Ini peluang Anda untuk "menjual" diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

2. Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

3. Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

4. Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?
Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

5. Bagaimana Anda mengatasi masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

6. Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

7. Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

8. Bisa ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

0 comments

Jumat, 16 September 2011

Tips Menghadapi Wawancara

Jumat, 16 September 2011
 
Saran-Saran Menghadapi Wawancara

Bagi anda yang dipanggil untuk menjalani wawancara kerja, sebaiknya anda memperhatikan beberapa saran di bawah ini.
  • Pastikan anda sudah tahu tempat wawancara. Disarankan beberapa hari sebelum wawancara, anda sudah mengetahui tempatnya, bahkan sudah melihat tempatnya.
  • Jika tidak diberitahu terlebih dulu jenis pakaian apa yang harus dipakai, maka gunakan pakaian yang bersifat formal, bersih dan rapi.
  • Baca kembali surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara tersebut. Jangan lupa untuk membawa surat-surat atau dokumen-dokumen tersebut serta peralatan tulis saat wawancara.
  • Mempersiapkan diri menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan pewawancara. Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan.
    Anda dapat menggunakan "daftar/contoh pertanyaan umum" (silakan klik) pada situs ini untuk berlatih menjawabnya bersama rekan anda.
  • Sebelum berangkat ke tempat wawancara, berdoalah terlebih dulu sesuai keyakinan anda.
  • Usahakan untuk tiba sepuluh menit lebih awal, jika terpaksa terlambat karena ada gangguan di perjalanan segera beritahu perusahaan (pewawancara). Namun usahakan jangan terlambat, karena banyak perusahaan yang langsung menganggap anda gagal bila terlambat.
  • Sapa satpam atau resepsionis yang anda temui dengan ramah.
  • Jika harus mengisi formulir, isilah dengan lengkap dan rapi.
  • Ucapkan salam (selamat pagi/siang/sore) kepada para pewawancara dan jika harus berjabat-tangan, jabatlah dengan erat (tidak terlalu keras namun tidak lemas).
  • Tetaplah berdiri sampai anda dipersilakan untuk duduk. Duduk dengan posisi yang tegak dan seimbang.
  • Persiapkan surat lamaran, CV anda, dan surat panggilan wawancara.
  • Ingat dengan baik nama pewawancara.
  • Lakukan kontak mata dengan pewawancara.
  • Tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara.
  • Tunjukkan antusiasme dan ketertarikan anda pada jabatan yang dilamar dan pada perusahaan.
  • Gunakan bahasa formal, bukan prokem atau bahasa gaul; kecuali anda diwawancarai untuk mampu menggunakan bahasa tersebut.
  • Tampilkan hal-hal positif yang pernah anda raih.
  • Tunjukkan energi dan rasa percaya diri yang tinggi, namun jangan berkesan sombong atau takabur. Banyak yang gagal hanya lantaran berkesan sombong, takabur, atau sok tahu.
  • Tunjukkan apa yang bisa anda perbuat untuk perusahaan bukan apa yang bisa diberikan oleh perusahaan kepada anda.
  • Jelaskan serinci mungkin hal-hal yang ditanyakan oleh pewawancara.
  • Ajukan beberapa pertanyaan bermutu di seputar pekerjaan anda dan bisnis perusahaan secara umum.
  • Berbicara dengan cukup keras sehingga suara jelas terdengar oleh pewawancara.
  • Akhiri wawancara dengan menanyakan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
  • Ucapkan banyak terima kasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan yang diberikan kepada anda. 
Persiapan Menghadapi Wawancara

Wawancara adalah bagian dari proses penerimaan karyawan mempunyai berbagai tujuan. Ada yang dimaksudkan untuk lebih mengetahui keterampilan teknis yang dimiliki pelamar, mengetahui kepribadian pelamar, atau mengetahui kemampuan pelamar menangani berbagai hal.

Wawancara biasanya dilakukan untuk melengkapi hasil tes tertulis. Hal-hal yang tidak mungkin diperoleh dari tes tertulis akan digali melalui proses wawancara. Dalam hal ini, anda dituntut untuk berusaha menguasai diri anda sendiri (khususnya kelebihan dan kelemahan anda). Juga berusaha menguasai bidang pekerjaan yang anda lamar.

Cari Informasi Sebanyak Mungkin dan Berlatihlah

Jika anda telah sampai pada tahap wawancara, sebenarnya secara kualitas, anda telah memenuhi persyaratan untuk diterima di perusahaan tersebut. Namun anda dapat gagal hanya karena kurang mengetahui tentang perusahaan tempat anda melamar. Untuk itu, sebaiknya anda juga berusaha mengetahuinya, dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kebiasaan di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya anda bertanya kepada resepsionis, satpam, atau tukang parkir sekalipun untuk mengetahui kebiasaan-kebiasaan di tempat tersebut.

Pewawancara mana pun kurang menyukai orang yang terlalu tertutup. Usahakan memberikan informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang ditanyakan oleh pewawancara. Jangan pasif, sebaiknya usahakan aktif memberi informasi. Jangan mengesankan anda menyembunyikan sesuatu, namun anda juga jangan terlalu berlebihan dan menyampaikan hal-hal yang tidak relevan. Tetaplah tenang dan mengatakan yang sebenarnya.

Uahakan jawaban anda selalu mengindikasikan karakter yang kuat, ulet, dan bersemangat, karena perusahaan mana pun selalu menyukai orang demikian.

Sebaiknya anda berlatih bersama rekan untuk mengantisipasi semua kemungkinan pertanyaan yang akan dilontarkan pewawancara, sehingga pertanyaan apa pun yang diajukan dapat dijawab dengan memuaskan. Anda dapat menggunakan "daftar/contoh pertanyaan umum" (silakan klik) pada situs ini untuk berlatih menjawabnya bersama rekan anda.

Berbagai Kondisi

Ada kalanya wawancara juga dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan anda menghadapi dan menangani berbagai situasi. Untuk yang jenis ini, anda mungkin menghadapi pewawancara yang akan mendiamkan anda begitu saja selama 5-10 menit sebelum memulai percakapan. Mungkin juga ia akan berpura-pura tidak peduli dan membaca koran ketika anda masuk, atau ia akan mengajukan bantahan-bantahan yang tidak masuk akal terhadap setiap jawaban anda, atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol tentang keluarga anda, dan banyak trik lain.

Menghadapi kondisi begini, prinsip utama yang harus anda pegang adalah anda benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut, sehingga apa pun yang terjadi anda akan menghadapinya dengan baik. Jika anda dicuekin, tetaplah bersikap sopan. Katakan "Saya tertarik dengan pekerjaan ini dan bermaksud menjelaskan kepada Bapak/Ibu mengapa anda harus mempertimbangkan saya untuk posisi ini."

Jangan sampai terpengaruh dengan sikap pewawancara yang mungkin tampak aneh. Usahakan tetap tenang dan berpikir positif. Tanamkan dalam benak anda bahwa hal ini hanyalah bagian dari proses yang wajar sehingga anda tidak perlu merasa sakit hati atau kecewa. 

Cara Berpakaian Yang Baik Dalam Wawancara

Berpakaian yang "baik" dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:

Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau "kebiasaan" berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai "orang aneh', disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapi dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.

Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (misalkan mengkilap, ngejreng).
Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).
Berpakaian dengan desain yang simpel (tidak telalu banyak pernik-pernik, toh ini bukan acara pesta).
Tidak berlebihan dalam menggunakan wewangian dan perhiasan. 

Pengaruh Kontak Mata dan Suara dalam Wawancara

Dalam wawancara, faktor diluar "isi" seringkali dapat mempengaruhi keberhasilan suatu wawancara. Mulai dari penampilan, sampai cara berbicara.

Seorang pewawancara yang berpengalaman akan merasakan sebagian karakter yang diwawancara dari sinar matanya. Tidak perlu dengan memelototi, atau dengan sinar mata syahdu, melainkan tataplah secara wajar kepada pewawancara.

Intinya, bahwa melalui tatapan anda selama wawancara haruslah menandakan :
1. Apakah anda cukup percaya diri;
2. Apakah anda berpikir positif terhadap proses komunikasi dalam wawancara tersebut;
3. Apakah anda jujur dengan isi komunikasi anda;
4. Apakah anda tampil "jujur" sesuai dengan kepribadian anda yang sebenarnya, tidak dibuat-buat.

Intonasi akan memperlihatkan apakah anda seorang yang percaya diri atau tidak. Tidak perlu dengan cara mengatur suara seperti seorang pemain sinetron, tetapi cukuplah bahwa anda dapat menggunakan intonasi yang menarik minat lawan bicara untuk terus berkomunikasi.

Usahakan tidak memberi nada agresif, atau nada "menutup" diri. Gunakanlah intonasi yang mewakili dengan isi pesan anda. Volume, warna, dan irama memang harus diatur dengan baik, tetapi bukan harus menjadi orang yang tampil bukan sebagai dirinya sendiri. 

Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara ?

Panggilan wawancara kerja merupakan saat yang paling menyenangkan bagi pencari kerja. Karena panggilan tersebut merupakan langkah awal untuk meniti pekerjaan yang diidamkan. Tak heran jika test wawancara atau test interview menimbulkan banyak harapan di dalam diri pencari kerja. Bayangan mendapatkan pekerjaan yang bagus, gaji yang cukup dan teman-teman kerja yang menyenangkan seakan sudah di pelupuk mata.

Tetapi seringkali terjadi harapan tinggallah harapan, panggilan selanjutnya ternyata hanya tinggal penantian dan impian. Dering telepon atau surat panggilan selanjutnya, tak kunjung tiba. Anda pun jadi penasaran dan diliputi berbagai pertanyaan, apakah akan ada panggilan lagi atau memang hasil wawancara Anda tidak diproses. Tak jarang harapan yang tadinya berkobar mendadak padam.

Memang, pada beberapa perusahaan memerlukan waktu yang agak lama bahkan ada yang membutuhkan waktu sampai satu bulan untuk memproses kelanjutan test wawancara. Nah, kalau Anda menghadapi situasi demikian, agar tidak penasaran, Anda dapat menanyakan kepastian kepada perusahaan tersebut melalui telepon. Anda dapat bertanya setelah melewati waktu dua minggu dari waktu wawancara. Tanyakan langsung pada divisi HRD atau orang yang mewawancarai Anda.

Jangan merasa ragu dan takut untuk menanyakan hal ini, karena bertanya merupakan hak Anda. Lagi pula, menanyakan kepastian kabar dan kelanjutan proses lamaran Anda dalam waktu dua minggu atau lebih setelah wawancara adalah hal yang etis dan cukup sopan. Perusahaan pun pasti maklum atas pertanyaan Anda. Untuk itu usai wawancara, ada baiknya Anda menanyakan siapa dan nomor telepon yang dapat dihubungi untuk menanyakan hasil wawancara Anda.

Jika pihak perusahaan menjawab bahwa hasil test Anda tersimpan dalam database dan sewaktu-waktu diperlukan Anda akan dipanggil lagi, berarti jawaban sesungguhnya lamaran Anda tidak diproses lebih lanjut. Jawaban seperti itu biasanya merupakan penolakan secara halus setidaknya untuk saat itu. Bisa jadi, suatu saat jika ada kualifikasi yang cocok, Anda akan dipanggil lagi. Namun dengan jawaban seperti itu Anda jangan lantas terus menanti tanpa berusaha lagi. Buatlah lamaran lain sebanyak-banyaknya.

Sebaliknya kalau jawaban perusahaan memberi kepastian, misalnya,"Anda memang memenuhi kualifikasi kami dan dengan pertanyaan Anda, kami sekaligus memanggil Anda pada tanggal...", berarti kemungkinan besar Anda akan diterima. Mungkin saat itu pihak perusahaan belum sempat menghubungi Anda lebih lanjut dikarenakan adanya kepentingan lain.

Hidup ini memang penuh dengan kemungkinan. Untuk itu Anda jangan berhenti berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga kemungkinan itu akan menjelma menjadi suatu 'kepastian' yang menggembirakan.

Sumber : GloriaNet & bursa-kerja.ptkpt.net

1 comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...