DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

Kisah Cinta Sejati Ini Akan Membuat Anda Menangis

Jumat, 03 Agustus 2012
Jamie Amos merasa sangat sedih saat dokter mengatakan ada tumor sebesar bola golf di otaknya. Namun kesedihan itu buru-buru dihapusnya dengan kebahagiaan. Jamie dinikahi kekasihnya, Jonathan Tafoya, dua hari sebelum menjalani operasi otak.

Pernikahan tersebut digelar Senin (30/7/2012) lalu di Providence St. Vincent Medical Center, Oregon. Rabu (1/8/2012), Jamie menjalani operasi untuk mengeluarkan tumor yang ada di otaknya.

"Aku ingin masuk ke dalam ruang operasi dan keluar untuk bertemu suamiku. Dia bisa jadi kekuatanku," katanya pada Oregon Live, dikutip Huffington Post.

Keinginannya untuk menikah di rumah sakit itu kemudian disampaikan Jamie pada seorang suster. Setelah itu berita cepat menyebar. Undangan pun dikirim melalui pesan teks dan Facebook.

Ketika kabar sudah menyebar, bantuan untuk Jamie dan Jonathan mengalir. Seorang staf rumah sakit menawarkan untuk memberikan veil, seorang lainnya bersedia menjadi pemain harpa, dan seorang lagi mau mendadani Jamie.

0 comments

Rabu, 07 Maret 2012

Kisah Perjalanan Islam Di Amerika Yang Luar Biasa

Rabu, 07 Maret 2012
blog-apa-aja.blogspot.com
السلام عليكم . بِسْــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Kisah Perjalanan Islam Di Amerika Yang Luar Biasa - Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama AbdeKhak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

0 comments

Senin, 13 Februari 2012

VALENTINE DAY Menurut pandangan Islam

Senin, 13 Februari 2012

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka?

"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)." (Surah Al-An'am : 116)
 
Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga.
 
Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau  iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan  dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki (dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

0 comments

Jumat, 10 Februari 2012

Ini Adalah Kisah Nyata Pengorbanan Ibu Selama Gempa Jepang

Jumat, 10 Februari 2012
Setelah Gempa telah mereda, ketika para penyelamat mencapai reruntuhan rumah seorang wanita muda, mereka melihat mayat-nya melalui celah-celah. Tapi wanita tersebut berpose begitu aneh, dia berlutut seperti seseorang yang menyembah; tubuhnya condong ke depan, dan dua tangan yang mendukung oleh suatu benda. Rumah roboh telah menimpa punggung dan kepalanya.

Dengan begitu banyak kesulitan, pemimpin tim penyelamat meletakkan tangannya melalui celah sempit di dinding untuk mencapai tubuh wanita itu. Dia berharap bahwa wanita ini bisa jadi masih hidup. Namun, tubuh dingin dan kaku menandakan bahwa wanita tsb pasti telah meninggal.

0 comments

Senin, 06 Februari 2012

Foto dan Kisah Perjalan Soimah Sampai Menjadi Artis Terkenal

Senin, 06 Februari 2012
 
Nama Asliku Soimah Pancawati, Aku Dari Desa.
Semua dimulai saat aku lahir pada tanggal 29 September 1980. Aku anak perempuan desa yang lahir di kampung nelayan daerah pesisir pantai utara pulau Jawa. Nama desaku Banyutowo, sebuah desa yang tenang dekat tempat pelelangan ikan, dan rumahku hanya berjarak 100 meter dari bibir pantai. Banyutowo berjarak 45 Km dari pusat kota Kabupaten Pati Jawa Tengah.

0 comments

Jumat, 27 Januari 2012

Video Bayi Sujud Dalam Kandungan Saat Mendengar Bacaan Al-Qur'an

Jumat, 27 Januari 2012
video ini sangat menggugah kita akan kebesaran Alloh SWT. Bahwasanya DIA-lah pencipta manusia dan dialah Yang Tak tertandingkan di dunia ini...

Kita harus bersyukur dengan keberadaan kita yang seperti ini, Allah sayang kepada kita semua seharusnya kita juga harus sayang kepada DIA yang menciptakan kita dari segumpal darah.


Dalam Video ini terlihat bayi dalam kandungan bersujud saat terdengar bacaan Al-Qur'an. Video yang berdurasi 5 menit lebih ini cukup membuat kita ingat kepada Illahi.


0 comments

Film Inspirasi Untuk Para Calon Entrepreneur Muda

Menceritakan kegigihan seorang entrepreneur muda jatuh bangun usaha kecil, bangkrut, hutang besar, dan segala hal yang harus dilalui oleh seorang anak muda yang membangun usahanya dari nol, sampai menjadi besar.

0 comments

Rabu, 02 November 2011

Payage, Anak Pendeta Yang Jadi Ustadz

Rabu, 02 November 2011
Payage, Anak Pendeta yang Jadi Ustadz

















JAKARTA, (PRLM).- Jalan hidup yang dilalui ustadz Payage cukup berliku. Sebelum menjadi Muslim dan melakukan dakwah, Payage dibesarkan di kawasan Silimo Kabupaten Yahukimo Papua. Bapaknya yang bernama Simon Payage tercatat sebagai seorang pendeta. Namun, Payage tanpa sepengetahuan orang tuanya justru menuntut ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Situ Bondo Jawa Timur. Dari sana pula Payage bercita-cita ingin menjadi seorang ustadz.





































"Saya memang tidak bilang-bilang ke orang tua, saat mau melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Salafiyah Situ Bondo Jawa Timur. Kalau memberi tahu dulu, pasti tidak diizinkan. Orang tua saya, seorang pendeta dan menjadi tokoh masyarakat di sana. Saya sendiri sempat khawatir, bagaimana kalau orang tua akhirnya tahu saya menjadi ustadz," ungkap Payage yang pernah mengikuti acara "Mimbar Da'i TPI 2005".

Namun, kata Payage, apa yang dikhawatirkannya tidak terbukti. Masyarakat di sana memang sempat mencemooh orang tuanya. Tapi tidak demikian dengan orang tua Payage ketika menyambut kedatangan anaknya saat pulang kampung. Simon Payage tetap mendukung langkah yang ditempuh Payage. "Orang tua saya sangat bijak sekali. Menurut orang tua saya, setiap orang punya jalan masing-masing. Jangan mempersoalkan jalan yang ditempuh, tapi harus dilihat tujuannya, yakni ke Maha Kuasa," tutur Payage.

Pria kelahiran Silimo Yahukimo Papua  4 April 1979 ini mengatakan, dirinya tidak mau dicap sebagai da'i karbitan. Untuk itu, dirinya terus memperdalam ilmu-ilmu Islam. Dia tidak merasa puas hanya lulus sebagai sarjana agama Islam (SAg.). Apalagi dirinya punya latar belakang seorang mualaf, jadi apa yang telah didapatinya selama ini dirasakan masih kurang. "Saya memang sudah sering melakukan ceramah di hadapan ribuan orang. Tapi saya pikir, sangat penting untuk belajar terus," ujar bapak seorang anak ini.


0 comments

Kisah Orang Indonesia Keturunan Yahudi


TEMPO Interaktif, Jakarta - Yobbi Ensel sengaja memperdengarkan rekaman orang Yahudi di Israel membacakan kitab Torah (Taurat dalam bahasa Arab). Suaranya mirip orang mengaji. “Tetangga-tetangga saya yang Muslim senang mendengarkan ini,” katanya dengan logat Manado yang kental kepada Tempo, Kamis, 13 Oktober 2011, di rumah seorang keturunan Yahudi di kawasan Bekasi, Jawa Barat. 

Lelaki 37 tahun ini adalah pemimpin komunitas Yahudi di Manado yang beranggotakan 30 orang dewasa. Berbeda dengan orang-orang Indonesia keturunan Yahudi lainnya yang menutup identitas asli mereka, Yobbi malah terbuka. “Lingkungan dekat rumah saya tahu saya ini berdarah Yahudi.”

Mungkin saja ia berani karena situasi di Manado yang didominasi non-muslim kondusif. Di sana sudah berdiri sebuah sinagoge. Bahkan, pemerintah daerah setempat juga membangun sebuah menorah terbesar di dunia untuk menarik wisatawan asing. Informasi yang beredar pun menyebutkan bendera Israel bertebaran.

Yobbi mendapat darah Yahudi dari ayahnya (Jonathan Hatti Ensel) dan ibunya (Yureine Andasia). Mereka adalah Yahudi Portugis. Namun, karena situasi tidak memungkinkan, sejak kecil ia diajarkan agama Nasrani. 

Ayah dua anak ini baru sadar bahwa ia keturunan Yahudi. Karena itu, ia mulai belajar dan mempraktekkan ajaran Yudaisme. Ketika ayah dan kakeknya meninggal, keduanya dikuburkan dengan prosesi menurut agama Yahudi. “Tidak ada kebanggaan. Saya lebih suka menjadi non-Yahudi (goyim) karena menjadi Yahudi itu tanggung jawabnya besar. 

Lain halnya dengan Benjamin Verbrugge, Ketua the United Indonesian Jewish Community (UIJC). Ayah lima anak ini menutup rapat-rapat identitasnya sebagai keturunan Yahudi. Pedagang kopi ini berayahkan seorang jaksa muslim (Agus Sudarsono) dan ibu seorang Yahudi Belgia

Ia hidup bebas tanpa ajaran agama, bahkan tidak pernah mempraktetakan salat. Ia mengaku pernah diajarkan mengaji, tapi sekarang sudah lupa. Ayahnya menganut Islam kejawen. “Saya hanya sering melihat ia salat Zuhur dan Isya. Ibu saya paling-paling hanya dua kali setahun ke gereja,” katanya. Ibunya sangat sekuler. Ia cuma datang untuk kumpul-kumpul, seperti pada perayaan Natal. 

Pria 40 tahun ini mulai diberitahu oleh kakek dari ibunya (Benjamin Meiers Verbrugge) soal identitas rahasia mereka saat ia berusia lima tahun. “Saya adalah orang Jerman turunan Yahudi. Kamu bisa lihat dari hidung saya,” ujar Verbrugge menirukan ucapan opanya itu. Ketika itu, mereka sedang merayakan Natal. Umur 14 tahun, ia pun disunat sesuai ajaran Yahudi. 

Sejak 2003, Verbrugge mulai serius mendalami agama Yahudi, termasuk mengikuti berbagai seminar yang membahas Torah. Hanya saja, ia mengaku masih sulit untuk menjadi seorang Yahudi religius. 

Bersama Yokhanan Eliahu, pria keturunan Yahudi Turki yang menetap di Kudus, Jawa Tengah, Verbrugge mendirikan UIJC yang diresmikan Oktober tahun lalu. Ia memperkirakan ada hampir 2.000 orang Indonesia keturunan Yahudi yang tersebar merata di seluruh Tanah Air. 

Ia mengaku amat senang dengan sudah terbinanya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Israel. Walhasil, mereka bisa membeli perlengkapan beribadah langsung dari negara Yahudi itu. “Diberikatilah kantor pos, agen kurir, sampai bea cukai yang meloloskan barang-barang itu tanpa ada biaya apapun,” ujarnya. 

Yokhanan Eliahu mendapat darah Yahudi dari bapaknya yang keturunan Turki. Sejak 2005, ia mulai mempelajari ajaran Yudaisme melalui Internet. “Saya merasa sreg dengan Yudaisme. Akar dari Nasrani adalah Yudaisme,” ujar pria 39 tahun ini. 

Sedangkan Marlina Van der Stoop Pardede, 60 tahun, memeluk Yudaisme lantaran menikah dengan lelaki Belanda keturunan Yahudi. Dialah yang mendanai pendirian sinagoge di Manado, Namun, ia menolak membuka berapa fulus yang digelontorkan untuk itu. 

Ia mulai tertarik agama Yahudi setelah suaminya mendapat wangsit untuk mendirikan sebuah sinagoge di Indonesia bagian timur. “Saya merasa tenang dan dekat dengan Tuhan setelah mendalami Yudaisme,” katanya. 

Verbrugge, Yobbi, Yokhanan, dan Marlina sama-sama pernah berkunjung dan bahkan tinggal di Israel. 

Orang Yahudi sembahyang tiga kali sehari, yakni Sacharit (pagi), Mischa (petang), dan Maariv (malam). Perlengkapan sembahyangnya berupa tallit (syal), tallit chotan (kaus dalam berwarna putih), dan kippa (peci). Selama bersembahyang, mereka membaca 18 ayat.

Tiap bayi yang baru lahir dibacakan syahadat ala Yahudi di telinga kiri. Bunyinya: “Shema Yisrael, adonai eloheinu adonai ehad” (Dengarkanlah Isral, Tuhan kita adalah Tuhan yang satu). 

Sang bayi tidak boleh menginjak tanah hingga usia tujuh bulan. Jika sudah sampai umur itu, ada upacara di mana dua kaki bayi diletakkan di atas Torah sebelum menginjak tanah. Torah itu lantas diperlihatkan kepada sang bayi. Seperti Islam, lelaki Yahudi juga wajid disunat. Mereka juga harus makan dan minum halal (kosher). 

Komnunitas Yahudi di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak lama. Profesor Rotem Kowner dari Universitas Haifa, Israel, mengungkapkan orang Yahudi pertama yang bermukim di Indonesia adalah seorang saudagar dari Fustat, Mesir. “Ia meninggal di Pelabuhan Barus, barat daya Sumatera pada 1290,” ujarnya. Sejak 2003, Kowner sudah meneliti sejarah komunitas Yahudi di Indonesia.

Ia bahkan yakin, orang-orang Yahudi yang sudah memeluk agama Nasrani juga ikut dalam rombongan kapal Portugis yang mendarat di Nusantara pada awal abad ke-16. Orang-orang Yahudi ini menetap di sekitar Selat Malaka, pantai utara Sumatera, dan Pulau Jawa.

Kedatangan orang-orang Yahudi ke Indonesia terus berlangsung seiring masuknya dua perusahaan Belanda: the Dutch East India Company (VOC) dan the Dutch West Indian Company (WIC) pada 1602. Salah satunya, seorang prajurit Belanda kelahiran Ukraina, Leendert Miero (1755-1834) yang tiba pada 1775. Ia menjelma menjadi tuan tanah di Pondok Gede (sekarang daerah perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi).

Setelah itu muncul Jacob Saphir (1822-1886) yang mampir selama tujuh pekan dalam perjalanannya ke Australia pada 1861. Pelancong Yahudi keturunan Rumania ini melaporkan terdapat sejumlah orang Yahudi di Batavia, Surabaya, dan Semarang. Namun, tidak ditemukan komunitas Yahudi.

Saphir mencatat, terdapat sedikitnya 20 keluarga Yahudi di Batavia yang merupakan keturunan Belanda dan Jerman. Mereka berprofesi sebagai pedagang, pegawai pemerintah, dan serdadu Hindia Belanda. Namun, tidak ada sinagoge atau kuburan khusus orang Yahudi saat itu.

Pada 1921, seorang penyandang dana Zionis, Israel Cohen, mendarat di Jawa dalam kunjungan lima hari. Ia memperkirakan saat itu terdapat sekitar 2.000 orang Yahudi yang tinggal di Pulau Jawa.

Komunitas Yahudi mulai muncul pada 1920-an dengan munculnya the Association for Jewish Interests in the Dutch East Indies dan the World Zionist Conferemce (WZC) yang memiliki cabang di Batavia, Bandung, Malang, Medan, Padang, Semarang, dan Yogyakarta. WZC yang berpusat di London ini berdiri pada 1920 dan merupakan organisasi pencari dana bagi gerakan Zionis. Sebuah majalah bulanan bernama Erets Israel terbit di Padang sejak 1926 hingga ditutup oleh Jepang pada 1942.

Pemerintah Hindia Belanda pernah melakukan sensus pada 1930 yang menyebutkan terdapat 1.039 orang Yahudi. Kebanyakan tinggal di Jawa (lebih dari 85 persen), Sumatera (11 persen), dan di beberapa pulau (kurang dari 4 persen). Menjelang Perang Pasifik (1941-1945), jumlah orang Yahudi di Indonesia mencapai puncaknya, yakni sekitar 3.000 orang.

Kaum Yahudi di Indonesia ini terdiri dari tiga golongan. Pertama, orang-orang Yahudi berkewarganegaraan Belanda yang dipekerjakan oleh pemerintah kolonial sebagai penjaga toko, tentara, guru, dan dokter. Kelompok kedua adalah Yahudi Bagdadi yang berasal dari Irak, Yaman, dan negara lain di Timur Tengah. Mereka kebanyakan tinggal di Surabaya dan bekerja sebagai pengusaha ekspor-impor, penjaga toko, pedagang asongan, serta tukang kayu dan batu. Golongan ketiga adalah Yahudi pengungsi yang lari dari kejaran Nazi. Mereka dari Jerman, Austria, dan Eropa Timur.

Yahudi Bagdadi dikenal religius, bahkan banyak yang ultraortodoks. Sedangkan Yahudi Belanda sering berasimilasi walau tetap menjaga tradisi Yahudi. Beberapa di antaranya menyembunyikan identitas Yahudi mereka dan menikah dengan perempuan Kristen Eropa atau gadis Indonesia.

Secara ekonomi, orang-orang Yahudi ini hidup makmur. Mereka mempekerjakan orang-orang asli Indonesia sebagai pembantu, tukang masak, dan sopir. Pendapatan per kapita mereka 4.017 guilder ketimbang pribumi yang cuma 78 guilder. “Kami mempunyai sebuah mobil sport,” kata Dr Eli Dwek yang pernah tinggal di Surabaya semasa kecil.

Setelah Indonesia merdeka, komunitas Yahudi mulai menurun. Menurut laporan Kongres Yahudi Sedunia (WJC) yang keluar beberapa hari setelah pengsuran orang-orang Belanda, terdapat sekitar 450 orang Yahudi di Indonesia pada November 1957. Enam tahun kemudian jumlahnya terus merosot menjadi 50 orang. Kini diperkirakan hanya 20 orang.

Namun, sekarang komunitas Yahudi mulai bangkit dengan berdirinya menorah raksasa dan dua sinagoge di kota Manado dan Tondano, Sulawesi Utara. Kelompok ini dipimpin oleh Rabbi Yaakov Baruch. “Kami berupaya menjadi Yahudi yang baik,” kata Rabbi Yaakov.

Menorah ini juga menjadi lambang dari Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel).


0 comments

Senin, 24 Oktober 2011

Pengakuan Terlarang Remaja Putri Digilir Pemabuk

Senin, 24 Oktober 2011
Pengakuan Terlarang Remaja Putri Digilir Pemabuk ; Usianya masih belia. Namun siapa yang sangka, remaja putri 13 tahun ini menjadi korban perundungan orang-orang mabuk. Remaja berinisial SD ini tinggal di emperan ruko kawasan Klandasan. Dia mengaku sudah mengalami semua bentuk jenis pelecehan seksual.Bukan hanya itu ia juga sudah menjadi konsumen tetap rokok dan obat-obatan terlarang. Sungguh keadaan yang sangat ironis. Namun pengakuan ini ia ungkapkan kepada salah seorang wanita yang sempat ditemuinya beberapa kali. “Kalau sama saya dia mau curhat, jadi saya kasihan liat dia seperti itu,” ucap -sebut saja- Sari (bukan nama sebenarnya) saat mengantar SD ke Gedung Biru Kaltim Post, Jumat (9/4) malam tadi. Diterima di lobby lantai tiga Gedung Biru, Sari juga menceritakan bagaimana awal pertemuannya dengan gadis kecil ini.Kepada Post Metro Sari menerangkan bahwa sekira seminggu lalu ia bertemu dengan SD dalam keadaan berdarah-darah di sekitar pahanya dan mengaku sedang hamil. Saat ditanya apa yang terjadi, gadis kecil ini hanya menjawab pendarahan.Merasa iba dengan kondisinya, akhirnya Sari-pun berusaha untuk membelikan pembalut di mall. Sialnya anak yang mengaku hanya sebatang kara di Balikpapan ini raib saat Sari masuk ATM. “Padahal mau saya belikan baju sama pembalut, e….gak tahunya ilang.Dan baru malam ini saya ketemu lagi di Taman Bekapai,” terang wanita berambut panjang ini. Setelah beberapa kali pertemuan akhirnya Sari mengetahui bahwa SD adalah korban pelecehan seksual yang dilakukan secara bergantian.Namun biasanya hal itu dilakukan setelah ia menelan obat-obatan terlarang sebangsa LL pemberian dari para pemuda yang akan memanfaatkan tubuhnya itu. Dan ini sudah terjadi berkali-kali. Bukan hanya itu, SD ini mengaku sudah pernah melakukan kuret rahim.Hal itu dijawabnya saat ditanya ikhwal bekas jahitan yang ada di perutnya. Terlepas dari semua yang telah terjadi pada gadis mungil ini, Sari berharap bahwa dirinya bisa mengadopsinya. Hal ini terdorong karena ia merasa bagaimanapun kondisi orang tuanya, sangat tidak manusiawi jika menelantarkan anaknya.Apalagi kepada dirinya SD mengaku hidup sebatang kara. Bukti bahwa ia sering ‘digilir’ juga diceritakan salah seorang juru parkir yang ada di sekitar taman Bekapai. Menurutnya ia sering menemui anak ini tertidur dengan salah seorang pria ABG mabok di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO).“Saya juga sering lihat dia tertidur di JPO. Tapi kalau tidurnya dengan anak itu (Pria ABG) pasti malamnya dia (SD) habis digilir,” tambah pria yang namanya enggan untuk dikorankan ini.


Sumber: Pengakuan Terlarang Remaja Putri Digilir Pemabuk

0 comments

Selasa, 11 Oktober 2011

Alasan Orang Janji Menggunakan Jari Kelingking [Alkisah Romantis Gan, Wajib Baca]

Selasa, 11 Oktober 2011
Dahulu, ada seorang Putri yang sangat Cantik. Banyak Pangeran yang ingin Melamarnya..namun, Ia tidak serta merta menerima mereka. Ia membuat berbagai Tes untuk para pangeran, hingga akhirnya pada akhirnya tersisa 5 orang Pangeran. Mereka berkumpul untuk Tes terakhir.
 
 
sang Putri menyembunyikan satu jari di belakang tubuhnya. tugas dari para Pangeran itu adalah menebak jari apa yang disembunyikan oleh Putri dan yang benar akan mnjadi Suami dari Putri tersebut.
Satu persatu mereka menebak. tapi hingga pangeran ke-4 tidak ada yang benar. tinggalah Pangeran ke-5. sang Pangeran menunjukan jari Kelingking, dan sang Putri pun tersenyum sambil menunjukan Jari kelingkingnya pula. itu berarti Sang Pangeran akan menikahi sang Putri dan mereka Berjanji akan hidup bersama Hidup atau Mati.
Baru saja mereka menikah 1 minggu. sang Pangeran harus pergi ke Perang Salib. Ia mengaitkan jari Kelingkingnya dengan Jari kelingking sang Putri dan berjanji akan kembali setelah perang usai.
Namun setelah 5 tahun ia pergi, pangeran tak pernah kembali. Sang putri yang masih sangat cantik, masih diminati oleh banyak pangeran. Lamaran terus menerus berdatangan. akhirnya sang Putri tak bisa menolak. ia membuat sayembara kepada semua orang di dunia. dengan syarat, orang itu tahu apa yang harus dia lakukan ketika sang Putri menunjukan jari kelingkingnya.
Maka, mulilah berdatangan para Pangeran dari berbagai bangsa..mereka semua datang dengan percaya diri, namun tak ada yang berhasil, mereka semua tidak tahu harus berbuat apa trhadap jari kelingking sang Putri.
suatu Hari, datang seorang pengemis. ia datang untuk mencoba sayembara. meski, ia sempat dihadang oleh pasukan penjaga, namun, sang putri menyambutnya. bagi sang putri, semua orang berhak mencoba sayembara.
Sang putri menunjukan jari Kelingkingnya kepada Pengemis itu sambil menunggu tindakan pengemis itu. dan Ternyata sang pengemis itu mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking sang Putri. dan sang Putri tahu bahwa itu adalah pangeran yang telah lama menghilang. dan ternyata benar itu adalah ang pangeran yang telah lama menghilang dan ia datang untuk memenuhi Janjinya 5 tahun lalu. dan sang Putri dan Pangeran pun kembali hidup bersama.
Namun, suatu malam Pangeran mngucapkan selamat tinggal kepada Sang Putri dan menghilang tiba-tiba..sang Putri kebingungan dan mencari tahu jawabannya.
Ternyata sang Pangeran telah tewas dibunuh ketika perjalanan Pulang. Tubuhnya baru ditemukan setelah 5 tahun. ternyata Roh dari pangeran datang kembali untuk memenuhi jnjinya. ia diberi waktu 40 hari untuk memenuhi janjinya kepada sang Putri.
Sang Putri berbaring di sebelah Tubuh Pangeran. ia ingin memenuhi janjinya bahwa mereka akan selalu bersama. maka, sang putri meminum racun dan mati di sebelah tubuh Pangeran sambil Mengaitkan jari kelingking nya ke Jari kelingking pangeran, Demi hidup bersama Pangeran....

0 comments

Senin, 26 September 2011

Pengakuan Berani Seorang Anak Bercinta Dengan Bapak Sendiri..!! ( Kisah Nyata )

Senin, 26 September 2011

Ayahku kekasihku

Ikuti pengakuan Lina kepada wartawan Metro Ahad, ZAINUDDIN ZAIN dan FUAD HADINATA YAACOB mengenai hubungan yang dilalui bersama bapanya, ahli perniagaan berusia 43 tahun.

KUALA LUMPUR: Kes 'haruan makan anak' bukan lagi sesuatu yang mengejutkan dalam masyarakat hari ini, tetapi kejadian ayah bercinta dengan anak sendiri mungkin sukar diterima. Bagaimanapun itulah yang berlaku ke atas Lina, 21, yang dijadikan kekasih oleh ayahnya sejak empat tahun lalu sehingga dia kini hamil enam bulan.

"SAYA anak tunggal. Ayah dan ibu berpisah ketika saya berusia lima tahun dan sejak itu saya tidak pernah berjumpa ibu.

Menurut nenek, ibu berlaku curang, menyebabkan hak penjagaan saya diserahkan kepada ayah.

Saya juga diberitahu, ibu berkahwin lain dan ada keluarga sendiri. Bagaimanapun, ayah tidak pernah berkahwin lagi. Berikutan ayah sibuk dengan perniagaannya, saya dipelihara nenek di kampung manakala ayah tinggal di Kuala Lumpur. Seingat saya sejak kecil, ayah sering bertukar pasangan tetapi tidak pernah berkahwin lagi. Hubungan ayah dengan semua kekasihnya juga tidak lama, antara dua hingga tiga bulan saja.

Ayah pernah membawa pulang beberapa kekasihnya untuk diperkenalkan kepada saya dan nenek, tetapi saya tidak sempat rapat dengan mereka. Ini kerana ketika mula hendak rapat dengan mana-mana 'auntie' (kekasih), ayah bertukar pasangan dan memperkenalkan kekasih baru.

Ayah memang banyak kekasih tetapi tidak pernah berkahwin lagi. Mungkin ayah kecewa dengan perkahwinan pertamanya, tetapi saya tidak tahu jawapan sebenar kerana setiap kali bertanya, ayah berdalih kononnya tiada jodoh.

Saya tidak tahu sama ada ayah berdendam dengan ibu hingga menjadikan saya sebagai mangsa atau ayah benar-benar cintakan saya. Ini kerana menurut nenek, rupa saya 'sebiji' (sama) dengan ibu. Perubahan layanan ayah terhadap saya berlaku ketika saya di tingkatan lima. Jika ketika kecil ayah hanya melawat saya seminggu sekali, tetapi ketika di tingkatan lima, ayah semakin kerap menjenguk saya.

Kadangkala empat lima hari seminggu berikutan rumah nenek hanya 50 kilometer dari Kuala Lumpur. Ayah juga kerap bertanya mengenai hubungan saya dengan lelaki. Dia Meminta saya berterus-terang dan berjanji
bersikap terbuka. Yang menghairankan, semua teman lelaki saya ditolaknya kerana ada saja yang tidak kena baginya. Ini menyebabkan saya marah, tetapi ayah memang 'pakar psikologi'. Dia pandai bermain dengan perasaan orang. Mungkin itu kelebihannya hingga ada ramai kekasih.
 
Dia memperbetulkan fokus saya daripada remaja yang ghairah ingin bercinta kepada pelajar yang tekun.

Ketika itu saya yakin keputusan ayah kerana dia inginkan yang terbaik untuk saya kerana saya satu-satu anaknya. Bagaimanapun, saya mula berasa hairan apabila selepas tingkatan lima walaupun memperoleh keputusan cemerlang, ayah tidak mengizinkan saya melanjutkan pelajaran.

Lebih menghairankan, beberapa rombongan meminang saya juga ditolaknya, sebaliknya dia meminta saya membantunya dalam perniagaan. Bukan sebagai pekerja, sebaliknya saya hanya diminta menemaninya ke majlis tertentu.

Saya seolah-olah menjadi pembantu peribadi tidak rasmi ayah. Apabila dia menghadiri majlis atau meraikan rakan niaganya, dia membawa saya.

Ketika itu saya mula berasa layanan berbeza daripada ayah. Pada mulanya saya bosan kerana perlu menemani ayah ke sana sini, tetapi lama-kelaman saya gembira kerana ayah membelikan barangan mahal.

Hubungan kami juga banyak berubah kerana ayah kerap membelai dan memeluk saya. Percakapan ayah juga lain dan romantis. Dia juga kerap memberikan hadiah.

Malah, saya pernah menemui sajak dan puisi ayah yang ditulis di kertas dan surat khabar. Antaranya bertajuk cinta terlarang yang ditujukan kepada saya dalam bahasa puitis. Seperti saya katakan, ayah pandai bermain psikologi. Mungkin ini jerat ayah. Akhirnya saya menjadi lemah dengan pujukan dan kasih-sayangnya dan ayah yang sepatutnya menjadi pelindung bertukar menjadi kekasih saya.

Daripada hubungan ayah dan anak, kami semakin intim dan bercinta. Ayah melayan saya seperti kekasihnya dan mungkin kerana ketandusan kasih-sayang sejak kecil, saya terjerat dan merelakan hubungan ini.

Akhirnya kami terlanjur. Saya tidak ingat berapa kali kerana ia kerap berlaku. Kami hidup seperti suami isteri dengan saya sering bermalam di rumah ayah di Kuala Lumpur.

Kalau ayah ada urusan kerja di luar daerah, saya ikut dan tinggal bersamanya di hotel. Hasil hubungan kami yang tidak lagi terkawal menyebabkan saya hamil empat kali.

Bagaimanapun, saya sempat menggugurkan tiga kandungan awal kerana ketika itu ayah mengambil berat keadaan saya. Apabila haid saya tidak dating dua bulan, dia bawa saya berjumpa doktor untuk menggugurkan kandungan.

Beberapa rakan mengesyaki hubungan kami kerana melihat cara ayah memegang saya kadang-kala keterlaluan, tetapi saya memberi alasan saya anak tunggal.

Kuasa Tuhan menentukan ketika hamil kali keempat, ayah sibuk dengan perniagaan. Dia tiada banyak masa dengan saya. Alih-alih apabila sedar, kandungan berusia enam bulan.

Saya terpaksa mendapatkan bantuan beberapa rakan baik. Mereka mengesyaki hubungan saya dengan ayah dan saya cuba berdalih dengan lelaki lain, tetapi mereka tahu ia angkara ayah kerana saya tidak pernah ada teman lelaki.

Akhirnya saya mengaku dan berterus-terang, menyebabkan saya kini disembunyikan. Hampir sebulan saya tidak berjumpa ayah dan saya tidak mahu dia tahu di mana saya sekarang.

Saya kini ditempatkan di sebuah rumah perlindungan dan mendalami ilmu agama sebelum melahirkan anak tidak lama lagi. Saya sungguh menyesal dengan perbuatan saya.

Saya memohon keampunan daripada Allah, tetapi pada masa ini saya tidak sanggup bersemuka dengan ayah. Saya belum ada kekuatan kerana perasaan cinta terhadapnya masih kuat.

Saya tahu perasaan ini salah di sisi agama, sebab itu saya menjauhinya bagi menghimpun kekuatan untuk menghadapi masa depan tanpa ada hubungan terkutuk dengan ayah. Jika ayah membaca artikel ini, saya berharap ayah faham dan saya ingin menjadi anak, bukan kekasih ayah.

0 comments

Rabu, 31 Agustus 2011

Pendeta Katolik, Menemukan Kebenaran Islam Saat Ramadhan

Rabu, 31 Agustus 2011

Sebelum memeluk agama Islam, ia adalah seorang pendeta agama Katolik Roma dan menjadi kepala bidan pendidikan agama di sekolah khusus anak laki-laki di selatan London. Bulan Ramadan menjadi bulan penuh kenangan bagi lelaki yang kemudian menggunakan nama Idris Tawfiq ini, karena pada bulan suci itulah ia menemukan Islam dan memeluk agama Islam hingga sekarang.
Di Inggris, kata Idris, semua siswa menerima pelajaran tentang enam agama utama yang dianut masyarakat dunia. Sebagai kepala bidang pendidikan agama, Idris yang ketika itu belum masuk Islam bertanggungjawab untuk memberikan mata pelajaran tentang agama Kristen, Yudaisme, Budha, Islam, Sikh dan Hindu. Ia hanya menjelaskan perbedaan keenam agama tersebut dan tidak mereferensikan siswanya untuk memeluk salah satu dari keenam agama tersebut.
Idris tentu saja harus membaca berbagai informasi tentang Islam sebelum memberikan pelajaran tentang agama Islam pada para siswanya. Karena pernah berkunjung ke Mesir dan melihat sendiri bagaimana kehidupan masyarakat Muslim, Idris mengaku respek dengan Muslim yang menurutnya ramah dan lembut. Di sekolahnya sendiri, sebagian siswanya adalah Muslim dan banyak dari mereka yang berasal dari negara-negara Arab.
Idris ingat, beberapa hari sebelum bulan Ramadhan, beberapa siswanya yang Muslim mendekatinya dan bertanya apakah mereka bisa menggunakan kelas Idris untuk keperluan salat, kebetulan kelas tempat Idris mengajar berkarpet dan memiliki wastafel. Meski peraturan sekolah di Inggris saat itu tidak memberi ijin siswa untuk melaksanakan peribadahan di sekolah.
Idris mengijinkan permintaan siswanya itu. Tapi kepala sekolah mengharuskan seorang guru hadir untuk mengawasi kelasnya saat digunakan untuk salat. "Saya belum menjadi seorang muslim ketika itu, tapi Allah bekerja dengan caranya yang sangat istimewa, memberikan contoh-contoh sederhana dalam kehidupan untuk membuat keajaiban dalam hidup kita," tukas Idris.
Maka, selama bulan Ramadhan itu, pada waktu makan siang, Idris duduk di belakang menyaksikan siswanya yang Muslim salat dzuhur, ashar dan salat jumat berjamaah. Apa yang dilihatnya ternyata menjadi pembuka jalan bagi Idris untuk mengenal Islam. Idris jadi tahu bagaimana seorang Muslim shalat dan ia bisa mengingat beberapa bacaan salat meksi ia tak paham artinya. Oleh sebab itu, usai Ramadan, Ia tetap membolehkan siswanya yang Muslim untuk salat di dalam kelasnya sampai Ramadan tahun berikutnya.
Kali ini, Idris yang masih belum masuk Islam, ikut berpuasa sebagai bentuk solidaritas terhadap siswanya yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ketika itulah keinginannya untuk masuk Islam semakin kuat dan setelah bulan Ramadhan itu, Idris memutuskan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, menjadi seorang Muslim.
"Alhamdulillah, saya menjadi seorang muslim. Tapi itu cerita lain. Apa yang dicontohkan para siswa saya yang Muslim telah membawa saya menjadi seorang muslim. Sejak itu, saya ikut shalat berjamaah bersama mereka, sebagai soerang mualaf," ungkap Idris.
Ramadhan tahun berikutnya adalah Ramadhan pertama bagi Idris sebagai seorang Muslim. "Ramadhan pertama itu sangat istimewa. Di akhir bulan Ramadhan, saya bersama para siswa menggelar buka puasa bersama. Untuk meraih malam Lailatul Qadar, saya bersama para siswa itikaf di sekolah," kenang Idris tentang Ramadhan pertamanya.
Usai jam sekolah saat Ramadhan, sambil menunggu waktu berbuka, Idris dan para siswanya yang Muslim menyaksikan film bersama tentang kehidupan Rasulullah Saw. Usai shalat maghrib berjamaah, mereka membuka bekal makananan dan minuman masing-masing yang dibawa dari rumah dan saling berbagai dengan yang lainnya.
Saat Idris menjalankan ibadah puasa Ramadhan pertamanya sebagai Muslim, ketika itu masyarakat Inggris sedang dilanda Islamofobia karena baru saja terjadi peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Banyak warga Inggris yang curiga pada Islam dan Muslim. Tapi alhamdulillah, beberapa guru non-Muslim di sekolahnya datang dan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Kepala sekolah bahkan membawakan mereka kurma untuk berbuka, karena dari siswanya yang Muslim ia tahu bahwa Rasulullah Muhammad Saw selalu berbuka dengan makan kurma.
Idris mengakui, menjalankan ibadah puasa Ramadhan di negara non-Muslim tidak mudah. "Seringkali kita menjadi satu-satunya orang yang berpuasa. Setelah berbuka, tidak ada kegiatan istimewa apalagi kalau letak masjid sangat jauh," ujar Idris.
"Tapi, malam-malam di Ramadhan pertama saya sebagai muslim adalah malam yang sangat istimewa yang tidak akan saya lupakan. Saya bisa menyampaikan pesan Islam pada semua yang hadir disana bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh kegembiraan dan penuh persaudaraan yang sangat menyentuh hati kita, Alhamdulillah," tukas Idris menutup kisah pengalaman Ramadhan pertamanya sebagai seorang yang baru masuk Islam.

0 comments

Perjalanan Cat Stevens Hingga Menjadi Muallaf

“Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terkenal dengan peradabannya, negara Inggris. Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang harus kuketahui tentang Allah, al-Masih `Alaihis-salaam dan taqdir, yang baik maupun yang buruk.”
“Mereka banyak memberitahuku tentang Allah, sedikit tentang al-Masih dan lebih sedikit lagi tentang Ruhul Qudus (Jibril).”
“Kehidupan di sekelilingku adalah kehidupan materi. Paham materialis gencar diserukan dari berbagai media informasi. Mereka mengajarkan, kekayaan adalah kekayaan harta benda yang sesungguhnya, dan kefakiran adalah ketiadaan harta benda secara hakiki. Amerika adalah contoh negara kaya dan negara-negara dunia ketiga adalah contoh kemiskinan, kelaparan, kebodohan, dan kepapaan. Karena itu, aku harus memilih dan meniti jalan kekayaan, supaya aku bisa hidup bahagia; supaya aku dapat kenikmatan hidup. Karena itu, aku membangun falsafah hidup bahwa dunia tidaklah ada kaitannya dengan agama. Falsafah inilah yang aku jalani, agar aku mendapatkan kebahagiaan jiwa.”
“Lalu, aku mulai melihat kepada sarana untuk meraih kesuksesan. Dan, cara yang paling mudah adalah dengan membeli gitar, mengarang lagu, dan menyanyikannya sendiri. Aku lalu tampil di hadapan mereka. Inilah yang benar-benar aku lakukan dengan membawa nama “Cat Stevens“. Dan tidak berapa lama, yakni ketika aku berusia 18 tahun, aku telah menyelesaikan rekaman dalam delapan kaset. Setelah itu banyak sekali tawaran. Dan aku pun bisa mengumpulkan uang yang
banyak. Di samping itu, pamorku pun mencapai puncak.”
“Ketika aku berada di puncak ketenaran, aku melihat ke bawah. Aku takut jatuh! Aku dihantui kegelisahan. Akhirnya, aku mulai minum minuman keras satu botol setiap hari, supaya memotivasi keberanianku untuk menyanyi. Aku merasa orang-orang di sekelilingku berpura-pura puas. Padahal, dari wajah mereka, tak seorang pun tampak puas, kepuasan yang sesungguhnya. Semuanya harus munafik, bahkan dalam jual beli dan mencari sesuap nasi, bahkan dalam hidup! Aku merasa, ini adalah sesat. Dari sini, aku mulai membenci kehidupanku sendiri. Aku menghindar dari orang banyak. Aku lalu jatuh sakit. Aku kemudian diopname di rumah sakit karena sakit paru-paru. Ketika di rumah sakit kondisiku lebih baik karena mengajakku berpikir.”
“Aku memiliki iman kepada Allah. Tetapi, gereja belum mengenalkanku siapakah Tuhan itu dan aku tak mampu sampai pada hakikat Tuhan sebagaimana yang dibicarakan gereja! Pikiranku buntu. Maka, aku memulai berpikir tentang jalan hidup yang baru. Aku memiliki buku-buku tentang akidah dan masalah ketimuran. Aku mencari tentang Islam dan hakikatnya. Dan seperti ada perasaan, aku harus menuju pada titik tujuan tertentu, tetapi aku tidak tahu keberadaan dan pengertiannya.”
“Aku tidak puas berpangku tangan, duduk dengan pikiran kosong. Aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tidak kudapatkan dalam kekayaan, ketenaran, puncak karir maupun di gereja. Maka aku mulai mengetuk pintu Budha dan falsafah China. Aku pun mempelajarinya. Aku mengira, kebahagiaan adalah dengan mencari berita apa yang akan terjadi di hari esok, sehingga kita bisa menghindari keburukannya. Aku berubah menjadi penganut paham Qadariyyah. Aku percaya dengan bintang-bintang, mencari berita apa yang akan terjadi. Tetapi, semua itu ternyata keliru. Aku lalu pindah kepada ajaran komunis. Aku mengira bahwa kebajikan adalah dengan membagi kekayaan alam ini kepada setiap manusia. Tetapi, aku merasa bahwa ajaran komunis tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, keadilan adalah engkau mendapat sesuai apa yang telah engkau usahakan, dan ia tidak lari ke kantong orang lain.”
“Lalu, aku berpaling pada obat-obat penenang. Agar aku memutuskan mata rantai berbagai pikiran dan kebimbangan yang menyesakkan. Setelah itu, aku mengetahui bahwa tidak ada akidah yang bisa memberikan jawaban kepadaku. Yang bisa menjelaskan kepadaku hakikat yang sedang aku cari. Aku putus asa. Dan ketika itu aku belum mengetahui tentang Islam sama sekali. Maka aku tetap pada keyakinanku semula, pada pemahamanku yang pertama, yang aku pelajari dari gereja. Aku menyimpulkan bahwa kepercayaan- kepercayaan yang aku pelajari itu adalah keliru. Dan bahwa gereja sedikit lebih baik daripadanya. Aku kembali lagi kepada gereja. Aku kembali mengarang musik seperti semula. Dan aku merasa Kristen adalah agamaku. Aku berusaha ikhlas demi agamaku. Aku berusaha mengarang lagu-lagu dengan baik. Aku berangkat dari pemikirang Barat yang bergantung pada ajaran-ajaran gereja. Yakni, ajaran yang memberikan inspirasi kepada manusia bahwa dia akan sempurna seperti Tuhan jika ia
melakukan pekerjaannya dengan baik serta ia mencintai dan ikhlas terhadap pekerjaannya. “
“Pada tahun 1975 terjadi suatu yang luar biasa, yakni ketika saudara kandungku tertua memberiku sebuah hadiah berupa satu mushaf Alquran. Mushaf itu masih tetap bersamaku sampai aku mengunjungi al-Quds Palestina. Setelah kunjungan tersebut, aku mulai mempelajari kitab yang dihadiahkan oleh saudaraku itu. Suatu kitab yang aku tidak mengetahui apa isi di dalamnya, juga tak mengetahui apa yang dibicarakannya. Lalu aku mencari terjemahan Alquran al-Karim setelah aku mengunjungi al-Quds. Pertama kalinya, melalui Alquran aku berpikir tentang apa itu Islam. Sebab, Islam menurut pandangan orang Barat adalah agama yang fanatik dan sektarian. Dan umat Islam itu sama saja. Mereka adalah orang-orang asing, baik Arab maupun Turki. Kedua orang tua saya berdarah Yunani. Dan orang Yunani sangat benci kepada orang Turki Muslim. Karena itu, seyogyanya aku membenci Alquran yang merupakan agama dan pedoman orang-orang Turki, sebagai dendam warisan. Tetapi, aku memandang, aku harus mempelajarinya
(terjemahannya) . Tidak mengapa aku mengetahui isinya.”
“Sejak pertama, aku merasa bahwa Alquran dimulai dengan Bismillah (dengan nama Allah), bukan dengan nama selain Allah. Dan ungkapan Bismillahirrahmanir rahiim begitu sangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat al-Fatihah itu berlanjut dengan Faatihatul Kitab, Alhamdulillahi rabbil `alamiin. Segala puji milik Allah Sang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk. Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah tak berdaya. Mereka mengatakan kepadaku, `Sesungguhnya Allah adalah Maha Esa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana? Saya tidak mengerti!”
“Dan, mereka mengatakan kepadaku, “Sesungguhnya Tuhan kita bukanlah Tuhannya orang Yahudi.” Adapun Alquran, maka ia mulai dengan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, Tuhan segenap alam semesta. Alquran menegaskan keesaan Sang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Dan, ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelum aku mengetahui Alquran, aku hanya mengetahui adanya pemahaman kesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu’jizat. Adapun sekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahu bahwa hanya Allah semata yang mampu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
“Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwa kehidupan akhirat itu abadi. Jadi, tidaklah manusia itu dari segumpal daging kemudian berubah setiap hari kemudian menjadi debu, sebagaimana yang dikatakan oleh ahli biologi. Sebaliknya, apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukan keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di akhirat nanti. Alquran-lah yang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapun gereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialah yang mengantarkanku kepada Alquran. Yakni, ketika aku tidak mampu menjawab berbagai pertanyaan jiwa dan kalbuku.”
“Di dalam Alquran aku melihat sesuatu yang asing. Ia tidak sama dengan kitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifat yang ada dalam kitab-kitab agama lain yang telah kubaca. Di sampul Alquran juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu, aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam yang diutus-Nya. Kini aku telah memahami dengan jelas betul tentang perbedaan Alquran dengan Injil yang ditulis oleh tangan-tangan pengarang yang berbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang bertentangan. Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Alquran, tetapi aku tidak menemukannya. Semua isi Alquran adalah sesuai dengan pemikiran keesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apa itu Islam.”
“Alquran bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalam Alquran didapatkan nama-nama semua nabi yang dimuliakan oleh Allah. Alquran tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dan teori ini sangat logis. Sebab, jika anda beriman kepada seorang nabi dan tidak kepada yang lainnya, berarti anda telah mengingkari dan menghancurkan kesatuan risalah. Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awal penciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiri dari dua barisan, mu’min dan kafir. Alquran telah menjawab semua hal yang kupertanyakan. Dengan demikian, aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran.”
“Aku mulai membaca Alquran semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Aku mulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Alquran. Saat itu aku merasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini. Lalu aku berpikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya. Maka aku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku. Aku mengatakan, `Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah’ .”
“Ketika itu, aku yakin bahwa Islam yang kupeluk adalah risalah yang berat, bukan suatu pekerjaan yang selesai dengan sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku telah dilahirkan kembali. Dan aku telah mengetahui ke mana aku berjalan bersama saudara-saudara muslimku yang lainnya. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah menemui salah seorang dari mereka. Seandainya pun ada seorang muslim yang menemuiku dan mengajakku kepada Islam, tentu aku menolak ajakkannya, karena keadaan umat Islam yang diremehkan dan diolok-olok oleh media informasi Barat. Bahkan, media umat Islam sendiri sering mengolok-olok hakikat Islam. Mereka justru sering mendukung berbagai kedustaan dan kebohongan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam, padahal mereka ini tidak mampu memperbaiki bangsa mereka sendiri yang kini telah dihancurkan oleh penyakit-penyakit akhlak, sosial,
dan sebagainya.”
“Aku telah mempelajari Islam dari sumbernya yang utama, yaitu Alquran. Selanjutnya, aku mempelajari sejarah hidup (sirah)
Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam. Bagaimana beliau dengan perilaku dan sunnahnya mengajarkan Islam kepada umat Islam. Aku lalu mengetahui kekayaan yang agung dari kehidupan dan sunnah Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam. Aku sudah lupa musik. Aku bertanya kepada kawan-kawanku, “Apa aku mesti melanjutkan karir musikku?” Mereka menasihatiku agar aku berhenti, sebab musik akan melalaikan dari mengingat Allah. Dan itu bahaya besar. Aku menyaksikan pemuda-pemudi yang meninggalkan keluarga mereka dan hidup di tengah-tengah musik dan lagu. Ini adalah sesuatu yang tidak diridhai oleh Islam, yang menganjurkan dibangunnya generasi-generasi tangguh.”
Itulah sekilas kisah islamnya seorang penyanyi terkenal dari Inggris. Ia setelah memeluk Islam mengubah namanya menjadi Yusuf
Islam. Allah telah mengganti segala yang ia dapatkan dari musik yang kemudian dia tinggalkan dengan hidayah iman kepada-Nya yang tak dapat dibandingkan dengan apa pun jua.

0 comments

Rabu, 24 Agustus 2011

13 Momen Mengejutkan ‘Oprah Winfrey Show’

Rabu, 24 Agustus 2011

Acara ‘The Oprah Winfrey Show’ akan menyudahi masa tayangnya pada 25 Mei 2011. Banyak momen haru, membahagiakan, dan sekaligus mengejutkan mewarnai acara tersebut selama 25 tahun masa tayang. Seperti dikutip dari laman Oprah.com, berikut adalah 13 momen paling mengejutkan dalam acara yang dipandu oleh pembawa acara ternama Oprah Winfrey tersebut : 
1. Oprah mengaku mengalami kekerasan seksual saat masih kecil. 
Dalam episode yang ditayangkan pada 10 November 1986, Oprah mengejutkan penonton yang hadir di studio. Saat tengah mewawancarai korban kekerasan seksual dan pelakunya, Oprah membuka rahasia bahwa ia pernah diperkosa oleh salah seorang kerabat saat berusia sembilan tahun.
Semenjak episode itu ditayangkan, Oprah menjadi penyokong bagi korban kekerasan seksual dan mengangkat topik ini dalam ratusan episode. Selain itu, episode tersebut membantu memenjarakan pelaku kekerasan seksual terhadap anak dan meningkatkan kesadaran orangtua.

2. Oprah menarik kereta berisi tumpukan lemak. 


0 comments

Senin, 13 Juni 2011

Bapak, Dampingilah Aku Selamanya..

Senin, 13 Juni 2011
Disebuah rumah sederhana yang asri tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan. Sang suami merupakan seorang pensiunan sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.

Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah mereka menolak ketika putra-putri mereka menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka. Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu menghabiskan waktu mereka yang tersisa dirumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa dalam keluarga itu. Suatu senja ba’da Isya disebuah mesjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang tadi dikenakannya kemesjid tadi. Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri

2 comments

Senangkan Orang Tua Kita Semasa Hidup

 Usia ayah telah mencapai 70 tahun, namun tubuhnya masih kuat. Dia mampu mengendarai sepeda ke pasar yang jauhnya lebih kurang 2 kilometer untuk belanja keperluan sehari-hari. Sejak meninggalnya ibu pada 6 tahun lalu, ayah sendirian dikampung. Oleh karena itu kami kakak-beradik 5 orang bergiliran menjenguknya.

2 comments

Terimakasih Ibu, Jasamu Tiada Tara

Sepasang mata memancar penuh kebahagiaan, "bisa saya melihat bayi saya, Dok..?" pinta seorang Ibu yang baru saja melahirkan anak pertamanya.

Begitulah awal dari kisah yang kami tulis kali ini, ketika gendongan itu sudah berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungil itu, Ibu itu menahan nafasnya.

Dokter yang menungguinya pun segera berbalik memandang ke arah luar jendela. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah daun telinga..! Tersentak, dug!! Jantung Ibu berdegup keras, entah apa yang dirasakannya dan yang pasti anak lelaki mungil ini adalah rezeki yang dititikan oleh Tuhan.

0 comments

Sandal Jepit Kumal Milik Istriku

Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh, betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini, makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin tak ketulungan.

0 comments

Keajaiban Lima Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah




Entah dari mana inspirasi cerita ini dibuat, yang jelas sesuatu yang kita yakini didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Amel baru berumur sembilan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Heri. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwa Heri.

0 comments
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...