DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESI KE 71 TH. JAYA SELALU !!!

Minggu, 03 November 2013

Berkuasa Bukan Untuk Dilayani !

Minggu, 03 November 2013

Ada satu peristiwa dan pengalaman dari seorang jendral legendaries amerika serikat yang bernama Norman Schwarzkopf yang memiliki sejarah kepemimpinan yang dasyat dimedan perang Vietnam dan perang teluk.

Peristiwa itu terjadi pada tanggal 28 mei 1970, ketika anggota pasukan yang dipimpin oleh Schwarzkopf terkena ranjau. Setelah mendapatkan kabar tersebut. Schwarzkopf lansung bergerak menuju lokasi serdadu yang terkena ranjau tersebut. Kondisi luka parah membuat serdadu tersebut merintih kesakitan. Dan Schwarzkopf berusaha menghampiri dengan menggunakan helicopter dengan posisi terbang rendah.

Belum sempat Schwarzkopf mengevakuasi anak buahnya tersebut, tampak serdadu lain pun terkena ranjau. Dan akhirnya Schwarzkopf turun dari helikopter untuk memimpin pasukannya di tengah medan ranjau tersebut sekaligus menyelamatkan serdadunya yang terjebak dimedan ranjau tersebut.

Schwarzkopf memberanikan diri untuk melangkah dan berhasil melewati ranjau-ranjau yang masih aktif dan kemudian membawa serdadu yang terluka itu keluar dari lokasi medan ranjau tersebut.

Tujuan Schwarzkopf jelas: orang itu harus diselamatkan !
Norman hanya punya satu keyakinan bahwa serdadu tersebut bisa diselamatkan jika dirinya mau bergerak untuk menyelamatkan anak buahnya tersebut.

Dalam autobiograinya, I doesn’t tak a hero.
Norman menulis : “saya pun melalui medan ranjau tersebut, selangkah demi selangkah,sambil memandangi tanah,waspada terhadap gundukan yang mencurigakan. Lutut saya gemetar demikian hebatnya sehingga setiap kali saya melangkah, saya harus memegangi lutut saya dengan kedua tangan saya sebelum saya bisa melangkah lagi… tampaknya seperti seribu tahun sebelum akhirnya sampai ke anak tersebut.”

Dari cerita dan pengalaman Schwarzkopf tersebut dapat diambil hikmahnya bahwa: kewenangan diberikan kepada seseorang untuk melayani orang lain, bukan untuk berkuasa, memerintah, atau justru untuk memperkaya diri sendiri. Jabatan dan kewenangan adalah sesuatu yang diberi untuk membantu orang lain, bukan sesuatu yang diperjuangkan atau dicari-cari dengan lobi tertentu dengan uang dan sebagainya.

Begitu jabatan dan kewenangan diperjuangkan untuk didapatkan (apalagi dengan uang), maka kecendrungan berikutnya adalah bagaimana mempertahankan dan mencari jabatan yang lebih tinggi lagi. Hal ini yang sering kali menjadikan seseorang lupa akan panggilan tugas kepemimpinannya.

Kepemimpinan selalu menuntut keberanian, bukan sekedar jago memerintah atau memberi disposisi. Seorang pemimpin harus berani tampil kedepan ketika dia tahu pengikutnya teracam, bukan malah berlindung dibalik pengikutnya.

Dimasa-masa yang paling sulit, keberanianlah yang melahirkan seorang pemimpin. Keberanian tersebut tidak semata bisa muncul, melainkan melalui proses pembentukan mental yang panjang, itupun jika ia memang benar memilih untuk bersikap berani.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...